Kumparan Logo
Rakor Pengelolaan TN Komodo
Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan memimpin Rapat Koordinasi Pengelolaan Taman Nasional Komodo.

Luhut: Vaksin Corona Baru Aman untuk Usia 18-59 Tahun

kumparanBISNISverified-green

comment
7
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan memimpin Rapat Koordinasi Pengelolaan Taman Nasional Komodo. Foto: Dok. Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman
zoom-in-whitePerbesar
Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan memimpin Rapat Koordinasi Pengelolaan Taman Nasional Komodo. Foto: Dok. Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman

Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan menjelaskan adanya perkembangan dalam pengembangan vaksin COVID-19 di Tanah Air. Selain vaksin corona, pemerintah juga tengah mengembangkan teknologi plasma darah untuk mengobati COVID-19.

Menurut Luhut, kedua pengembangan teknologi tersebut memiliki target pengguna yang berbeda. Untuk vaksin, baru aman untuk pengguna yang berusia 17-59 tahun.

"Jadi vaksin yang sekarang ini berlaku bagi orang umur 18 sampai 59 tahun. Vaksin itu baru aman untuk yang umur 18-59 tahun tadi," kata Luhut dalam rakernas Apindo secara virtual, Kamis (13/8).

Sementara pengobatan melalui teknologi plasma darah, nantinya bisa digunakan tanpa batasan usia. Saat ini, teknologi plasma tengah dikembangkan di RSPAD Gatot Soebroto dengan Amerika Serikat.

"Plasma ini berlaku untuk orang-orang berusia kepala 6 seperti Pak Sofjan Wanandi dan saya. Kalau yang sekarang ini (vaksin), enggak laku sama kami dan enggak laku untuk umur 18 tahun ke bawah," jelasnya.

Seorang relawan menunjukkan no antrean uji klinis Vaksin COVID-19 usai pemeriksaan kesehatan di Puskesmas Dago, Bandung, Selasa (11/8/2020). Foto: Novrian ARbi/Antara

Adapun saat ini, pengembangan vaksin sudah mencapai uji klinis tahap ketiga atau satu tahap lagi untuk bisa diperbanyak. Uji coba yang dilakukan PT Bio Farma (Persero) dan Universitas Padjadjaran itu pun dinilai berjalan dengan baik.

Vaksin tersebut berasal dari perusahaan medis Sinovac asal China, yang telah melalui dua tahap uji klinis di negaranya.

Uji klinis jug telah dilakukan pertama kali kepada relawan yang disaksikan Erick Thohir dan Presiden Jokowi.

Dibutuhkan 1.620 relawan untuk disuntikkan vaksin di tahap uji klinis ketiga. Jika uji klinis vaksin COVID-19 ini sukses, maka akan diproduksi secara massal dan diimunisasikan ke seluruh masyarakat.

"Bio Farma pun sudah menyiapkan kapasitas produksinya menjadi 250 juta per tahun khusus untuk vaksin anticorona. Tak hanya dengan China, BUMN farmasi ini juga kerja sama dengan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), Korea, dan Uni Emirat Arab,” ujar Ketua Pelaksana Harian Komite Penanganan COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional yang juga Menteri BUMN, Erick Thohir, dalam diskusi dengan Nahdlatul Ulama secara virtual, Rabu (12/8).

"Jadi kita coba kemarin uji klinis ketiga dengan 1.620 relawan sehingga kalau hasilnya baik, dengan kerja sama negara lain, yang tentu vaksin merah putih, di awal tahun depan kita lakukan vaksin massal di awal 2021 agar kita jaga kesehatan dan ekonomi," tambahnya.

***

Saksikan video menarik di bawah ini: