Market Cap Tembus Rp 100 Triliun, BSI Naik Peringkat di Perbankan Syariah Global

31 Januari 2024 16:40 WIB
·
waktu baca 2 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Ilustrasi BSI. Foto: BSI
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi BSI. Foto: BSI
ADVERTISEMENT
Kapitalisasi pasar (market cap) PT Bank Syariah Indonesia Tbk atau BSI menembus Rp 100 triliun. Kondisi itu mendorong bank bersandi saham BRIS tersebut naik peringkat ke posisi 11 dari sebelumnya ranking 13 di perbankan syariah global.
ADVERTISEMENT
Pencapaian kapitalisasi pasar tersebut terjadi pada penutupan perdagangan bursa Selasa (30/1). Di mana harga saham BRIS ditutup positif 1,87 persen ke level Rp 2.180. Group Head Investor Relations BSI, Rizky Budinanda, menyatakan saham BRIS memang sedang mengalami tren positif sejak penghujung 2023 hingga Januari 2024, setelah sempat sideways di pertengahan tahun.
“Ini merupakan berita baik, keberkahan yang harus disyukuri sekaligus hadiah menjelang ulang tahun BSI ke-3 pada 1 Februari 2024. Pergerakan saham BRIS pada perdagangan Selasa (30/1) sejalan dengan pergerakan pasar di mana IHSG ditutup positif ke level 7.192,22 atau terapresiasi 0,49 persen,” ujar Rizky melalui keterangan tertulis, Rabu (31/1).
Pencapaian itu mendekatkan BSI pada salah satu targetnya, yaitu menjadi Top 10 Global Islamic Bank. Sebagai gambaran, pada akhir 2022 market cap BSI baru mencapai Rp 59,51 triliun. Adapun pada Desember 2023 naik menjadi Rp 80,26 triliun.
ADVERTISEMENT
Pergerakan saham BRIS menunjukkan tren positif sejak penghujung November 2023 sejalan juga dengan tren IHSG yang menghijau. Pada rentang November 2023-Januari 2024 harga terendah saham BRIS berada di level Rp 1.455 dan harga tertinggi di level Rp 2.180.
Kenaikan harga saham tersebut seiring makin kuatnya kinerja perseroan secara fundamental. Kinerja itu juga berbanding lurus dengan meningkatnya kepercayaan investor.
“Pada akhir 2023 jumlah investor institusi di BSI naik menjadi sekitar 70 persen dibanding sekitar 60 persen pada akhir 2022. BSI tidak hanya menarik bagi investor domestik tapi juga asing,” ujar Rizky
Pada sesi perdagangan Selasa (30/1), net buy investor asing terhadap saham BRIS mencapai Rp 36,27 miliar.