Maruarar Sebut 183 Ribu Rumah Rusak Akibat Banjir-Longsor di Sumatera

10 Januari 2026 19:10 WIB
·
waktu baca 1 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Maruarar Sebut 183 Ribu Rumah Rusak Akibat Banjir-Longsor di Sumatera
Kementerian PKP bersama pemerintah daerah tengah melakukan pemetaan lahan untuk melakukan pembangunan rumah kembali.
kumparanBISNIS
Sebuah rumah yang rusak berat berdiri di area yang dilanda banjir bandang mematikan setelah hujan deras di Palembayan, Kabupaten Agam, Provinsi Sumatera Barat, Senin (1/12/2025). Foto: Willy Kurniawan/REUTERS
zoom-in-whitePerbesar
Sebuah rumah yang rusak berat berdiri di area yang dilanda banjir bandang mematikan setelah hujan deras di Palembayan, Kabupaten Agam, Provinsi Sumatera Barat, Senin (1/12/2025). Foto: Willy Kurniawan/REUTERS
ADVERTISEMENT
Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait alias Ara, menyebut ada 189 ribu rumah rusak akibat terjangan banjir dan longsor di Aceh-Sumatera pada akhir November 2025. Ia memaparkannya dalam rapat koordinasi yang digelar Satuan Tugas (Satgas) Pemulihan Pascabencana DPR RI, bersama Satgas Rehabilitasi Pascabencana bentukan pemerintah di Banda Aceh, Sabtu (10/1).
ADVERTISEMENT
“Per Jumat (9/1) jam 5 sore, total 189 ribu rumah terdampak. Tadi Pak Mendagri sudah punya data, kami berusaha untuk menyingkronkan karena kami sudah punya Satgas sendiri,” ujar Ara.
Ara juga menjelaskan, Kementerian PKP telah bergerak membantu pemerintah daerah setempat untuk mencari lahan pembangunan hunian tetap.
“Jumlah lahan rencana lokasi itu, di Aceh kami ada 153 lahan, tanah tahap identifikasi ada 17. Di Sumatera Utara ada 16 lokasi. Di Sumatera Barat ada 28 lokasi,” tuturnya.
“Luas lahan lokasi di Aceh ada 473 hektare, Sumatera Utara 56 hektare, Sumatera Barat 53 hektare,” sambung Ara.

Rincian rumah rusak imbas bencana di Sumatera.

Aceh

Sumatera Utara

ADVERTISEMENT

Sumatera Barat

Reporter: Amira Fauziyyah