Kumparan Logo

Ma'ruf Amin Minta Pengembang Properti Perhatikan Air Bersih dan Sanitasi

kumparanBISNISverified-green

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Wakil Presiden Ma'ruf Amin. Foto: Kevin S. Kurnianto/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Wakil Presiden Ma'ruf Amin. Foto: Kevin S. Kurnianto/kumparan

Wakil Presiden Ma'ruf Amin meminta agar para pengembang properti dapat memperhatikan betul fasilitas hingga sistem sanitasi dari rumah yang ditujukan bagi Masyarakat Berpendapatan Rendah (MBR).

Hal itu disampaikan Ma'ruf dalam sambutannya di acara Indonesia Property Expo di JCC, Jakarta Pusat.

"Kami meminta kepada para pengembang perumahan, baik untuk MBR maupun non MBR, haruslah memperhatikan ketersediaan air bersih dan sistem sanitasi yang baik dalam pembangunan rumah," ujar Ma'ruf dalam sambutannya saat membuka Indonesia Property Expo di JCC Senayan, Jakarta, Sabtu (15/2).

Wakil Presiden Ma'ruf Amin. Foto: Fanny Kusumawardhani/kumparan

Imbauan itu disampaikan Ma'ruf Amin, mengacu pada angka stunting di Indonesia yang sebesar 27 persen. Menurutnya, ketersediaan air dengan kualitas baik sangat berpengaruh pada upaya pemerintah dalam menekan angka stunting di Indonesia.

"Hal ini karena ketersediaan air bersih dan sistem sanitasi yang baik berpengaruh terhadap risiko stunting yang harus kita tekan bersama angkanya untuk kebaikan generasi yang akan datang," ucap Ma'ruf.

"Stunting kita 27 lebih, jadi ini targetnya cukup ambisius. Termasuk program penyediaan rumah. Sehingga memperkecil stunting," sambungnya.

kumparan post embed

Bila hal itu gagal dipenuhi, Ma'ruf pun meminta pihak BTN selaku pemberi kredit, untuk tak memberikan kredit pinjaman pada pengembang.

"Saya meminta kepada Bank BTN, agar jangan mencairkan kredit kepada pengembang, sebelum air bersih dan sistem sanitasi dipastikan cukup dan berfungsi dengan baik," kata Ma'ruf Amin.

Hadir pula dalam acara itu Menteri Agraria dan ATR Sofyan Djalil beserta jajaran Direksi dan Komisaris dari Bank BTN.