Bisnis
·
24 Februari 2021 13:02

Menaker: Penyandang Disabilitas Masih Minim Terserap di Dunia Kerja

Konten ini diproduksi oleh kumparan
Menaker: Penyandang Disabilitas Masih Minim Terserap di Dunia Kerja (32740)
Program Penjangkauan Kemensos untuk penyandang disabilitas. Foto: Dok. Kemensos
Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) mencatat partisipasi penyandang disabilitas terhadap angkatan kerja masih kecil. Berdasarkan catatan Badan Pusat Statistik (BPS), penyandang disabilitas hanya menyumbang 44 persen hingga Februari 2020 dari total 17,74 juta orang di dalam dunia kerja. Artinya, separuh lebih penyandang disabilitas yang masuk usia produktif belum terserap di dunia kerja.
ADVERTISEMENT
Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Ida Fauziyah menjelaskan, minimnya partisipasi tersebut menunjukkan, penyandang disabilitas tidak berani masuk dunia kerja.
"Rendahnya tingkat partisipasi angkatan kerja penyandang disabilitas menunjukkan bahwa banyak penyandang disabilitas sudah terlebih dahulu mundur dan tidak berani masuk ke dalam pasar kerja," katanya dalam konferensi pers virtual, Rabu (24/2).
Ia melanjutkan, kondisi tersebut dipengaruhi oleh masih terbatasnya ketersediaan lapangan kerja dan diskriminasi serta stigma bagi penyandang disabilitas di dunia kerja.
Menaker: Penyandang Disabilitas Masih Minim Terserap di Dunia Kerja (32741)
Menaker Ida Fauziyah memberikan usai menyaksikan Penandatanganan Perjanjian Kerja Sama Penerima Bantuan Pembangunan Gedung Workshop dan Peralatan Pelatihan Vokasi Balai Latihan Kerja Komunitas Tahap I Tahun 2020 di Kantor Kemnaker, Jakarta. Foto: Kemnaker
Menurutnya, ketersediaan lapangan kerja bagi penyandang disabilitas lebih banyak di sektor pelayanan, jasa dan ritel dibanding sektor industri.
"Rendahnya partisipasi di sektor industri, dipengaruhi oleh beberapa permasalahan seperti tidak tersedianya aksesibilitas di lingkungan kerja, kesenjangan sosial, dan pelatihan pendidikan yang tidak inklusif," ungkapnya.
ADVERTISEMENT
Meski demikian di tengah situasi ketenagakerjaan dunia yang penuh tekanan sebagai imbas pandemi COVID-19, saat ini ada satu hal yang membuka peluang penyandang disabilitas untuk berkontribusi di dunia kerja. Peluang itu adalah pemanfaatan teknologi yang mampu menciptakan diversifikasi keterampilan, yang dapat dimanfaatkan oleh penyandang disabilitas.
"Oleh karena itu saya berharap agar semua perusahaan baik swasta, BUMN dan BUMD, terutama perusahaan yang para CEO dan pimpinannya hadir pada acara hari ini, dapat terus memberikan kesempatan kerja bagi penyandang disabilitas di masa pandemi ini, sesuai amanat Undang-undang Nomor 8 Tahun 2016," katanya.