Mendag Zulhas Bakar Pakaian Impor Bekas Ilegal, Nilainya Sampai Rp 9 Miliar

12 Agustus 2022 10:52
·
waktu baca 3 menit
sosmed-whatsapp-whitecopy-link-circlemore-vertical
Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan menghadiri pemusnahan pakaian impor bekas di Pergudangan Gracia, Tunggakjati, Karawang Jawa Barat, Jumat (12/8/2022).  Foto: Akbar Maulana/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan menghadiri pemusnahan pakaian impor bekas di Pergudangan Gracia, Tunggakjati, Karawang Jawa Barat, Jumat (12/8/2022). Foto: Akbar Maulana/kumparan
ADVERTISEMENT
Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan (Zulhas) memusnahkan pakaian impor bekas di Pergudangan Gracia, Tunggakjati, Karawang Jawa Barat hari ini, Jumat (12/8).
ADVERTISEMENT
Pakaian bekas impor tersebut, kata Zulhas, merupakan barang ilegal, karena menyalahi aturan Permendag No 51/M-DAG/PER/7/ tentang larangan impor pakaian bekas dan UU No 7 tahun 2014 tentang perdagangan.
"Ini (jumlahnya) 750 bal, kira-kira kalau (pakaian) bekas ini nilainya Rp 8,5 sampai Rp 9 miliar," kata Zulhas.
Zulhas mengatakan pakaian impor bekas saat ini marak beredar di Indonesia karena harganya yang murah. Meski begitu, pakaian ini justru berbahaya karena setelah diuji mengandung jamur dan bakteri yang mengancam kesehatan masyarakat.
"Kedua, ini bisa merusak industri dalam negeri, murah-murah kan. Kadang-kadang kalau dimasukkan ke kampung-kanlung enggak bisa bedakan ini dari mana. Diobral murah bisa merusak industri pakaian dalam negeri," kata Zulhas.
Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan menghadiri pemusnahan pakaian impor bekas di Pergudangan Gracia, Tunggakjati, Karawang Jawa Barat, Jumat (12/8/2022).  Foto: Akbar Maulana/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan menghadiri pemusnahan pakaian impor bekas di Pergudangan Gracia, Tunggakjati, Karawang Jawa Barat, Jumat (12/8/2022). Foto: Akbar Maulana/kumparan

Pakaian Selundupan dari Negara Tetangga

Zulhas menegaskan pihaknya akan terus gencar menindak para pelanggar hukum. Di samping juga mengedukasi masyarakat agar bisa memilih produk yang mereka beli tidak dari barang ilegal yang merugikan.
ADVERTISEMENT
"Kami terus juga mengedukasi masyarakat agar tidak juga mempergunakan barang bekas dari antah berantah luar negeri. Ini masuk melalui pelabuhan-pelabuhan jalan tikus, dari Tarakan. Tapi dipasarkan tetap di Jawa yang (pasarnya) besar," tutur Zulhas.
Zulhas mengatakan pihaknya tengah mengejar para pelaku. Dia menjelaskan modus yang digunakan adalah barang selundupan ini akan ditempatkan di gudang sewa. Sementara para pelaku adalah perorangan yang mereka sudah ahli dan lama melakukan praktik ilegal itu.
"Ini kan orangnya ada, gudangnya ada, pasti yang namanya penyewa ada. Tapi Ini sudah terlatih, sudah sering. Mungkin lancar yang dulu-dulu tapi sekarang enggak lagi, oleh karena itu kita terus kerja sama dengan masyarakat, minta laporan, karena kita tak mungkin tahu semua tempat gudang. Ini kan berasal dari laporan masyarakat juga," pungkas Zulhas.
ADVERTISEMENT
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Pemusnahan pakaian impor bekas di Pergudangan Gracia, Tunggakjati, Karawang Jawa Barat, Jumat (12/8/2022).  Foto: Akbar Maulana/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Pemusnahan pakaian impor bekas di Pergudangan Gracia, Tunggakjati, Karawang Jawa Barat, Jumat (12/8/2022). Foto: Akbar Maulana/kumparan
Pakaian-pakaian impor bekas itu ditemukan juga di antaranya merek asal Korea hingga Jepang. Plt Dirjen Perdangan Luar Negeri Kemendag Veri Anggrijono mengatakan pakaian-pakaian itu diselundupkan melalui Malaysia sebelum masuk ke Indonesia. Penyelundupan tersebut melalui jalur laut melewati pelabuhan-pelabuhan kecil.
"Iya (masuk dari Malaysia). Dari negara-negara Korea Jepang masuknya Malaysia, Malaysia (ke) Tarakan. Atau dari NTT. Kemudian dari Sulawesi Utara," kata Veri.

Zulhas Kesulitan Menindak Pelaku

Veri menjelaskan bahwa apabila pelaku sebagai badan hukum, maka izin perusahaannya akan dicabut bila memang terbukti mengimpor pakaian bekas. Namun, pelakunya adalah perorangan yang menyewa gudang untuk menyimpan pakaian impor bekas.
"Ini orangnya perorangan terus enggak jelas, kabur. Kita taruh sini (pakaiannya), pemilik gedung pun menyatakan ini hanya perorangan yang datang, sekarang dihubungi enggak bisa," jelasnya.
Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan menghadiri pemusnahan pakaian impor bekas di Pergudangan Gracia, Tunggakjati, Karawang Jawa Barat, Jumat (12/8/2022).  Foto: Akbar Maulana/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan menghadiri pemusnahan pakaian impor bekas di Pergudangan Gracia, Tunggakjati, Karawang Jawa Barat, Jumat (12/8/2022). Foto: Akbar Maulana/kumparan
Direktorat Jenderal Perlindungan Konsumen dan Tertib Niaga Kementerian Perdagangan, kata Veri, salah satu tugasnya adalah memonitor gudang-gudang di Indonesia. Dia menyebut Kemendag sudah mengantongi daftar gudang-gudang itu.
ADVERTISEMENT
Namun, Veri mengakui tidak gampang untuk menertibkan praktik impor baju bekas ini. Hal itu karena minat masyarakat terhadap pakaian-pakaian ilegal ini cukup besar.
"Masyarakat itu yang harus kita edukasi. Ya mereka beli murah. Ini kalau dilihat fisiknya kita cuci laundry bawa uang sedikit ini masih bagus. Tapi sudah kita cuci berkali-kali pun, ini orang lab yang bilang, ini sudah dicuci 3-4 kali, masih ditemukan jamur dan bakteri, masih," ujarnya.
Selain berisiko bagi kesehatan, praktik melanggar aturan ini juga ditengarai bisa mematikan usaha lokal yang sudah taat hukum. Untuk nilai kerugiannya, Kemendag masih mendalami lebih jauh.
"Ini lagi kita dalami, kalau equivalennya kalau ini diproduksi dalam negeri berapa. Tapi kalau nilai ini (yang dibakar hari ini) sementara sekitar Rp 8,5 miliar," pungkas dia.
ADVERTISEMENT