Bisnis
·
21 April 2021 20:22

Meneteskan Air Mata, Asri Welas Curhat ke Sri Mulyani soal Nasib Pekerja Seni

Konten ini diproduksi oleh kumparan
Meneteskan Air Mata, Asri Welas Curhat ke Sri Mulyani soal Nasib Pekerja Seni (4115)
Menteri Keuangan RI Sri Mulyani. Foto: Fanny Kusumawardhani/kumparan
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati hari ini mendengarkan berbagai kisah insipiratif Kartini masa kini. Salah satunya dari aktris dan seniwati, Asri Welas.
ADVERTISEMENT
Asri Welas menyampaikan berbagai kesulitan yang dialami pekerja seni dan perfilman selama pandemi COVID-19 saat ini. Apalagi, bioskop belum dibuka secara penuh.
“Kalau kami ini kan kerjanya kreatif bu, para tenaga kerja film misalnya, mereka dibayar ketika datang syuting, kalau tidak ada syuting mereka tidak ada pemasukan, bioskop juga belum dibuka, sekarang semua serba digital,” ujar Asri Welas sambil meneteskan air mata di hadapan Sri Mulyani dalam acara Kartini Pendobrak Perubahan, Rabu (21/4).
Meneteskan Air Mata, Asri Welas Curhat ke Sri Mulyani soal Nasib Pekerja Seni (4116)
Asri Welas Foto: Maria Gabrielle Putrinda/kumparan
Merespons hal tersebut, Sri Mulyani menjelaskan saat ini seluruh sektor tengah beradaptasi. Seluruh negara bahkan mewaspadai lonjakan kasus COVID-19.
“Saya dalam kondisi yang optimis, dalam situasi COVID, meski kita semua lelah dan kita sudah melakukan ini itu, tapi masih terjadi. Kita tidak boleh menyerah dan harus tetap optimis, karena saya yakin seyakin-yakinnya pasti akan ada jalan,” kata Sri Mulyani.
ADVERTISEMENT
Menurut dia, teknologi digital menjadi salah satu upaya untuk kembali membangkitkan pemulihan di semua sektor. Namun dia memahami, manusia adalah makhluk sosial yang perlu berinteraksi.
“Jadi nanti yang akan muncul di masa-masa transisi adalah protokol kesehatan, kalau mau nonton bioskop, mau itu provider-nya gedung bioskopnya sendiri maupun penontonnya, supaya kita tetap bisa menonton secara fisik, namun tidak menimbulkan dampak penularan. Sama juga dengan pertunjukkan,” jelasnya.
Sri Mulyani pun optimistis, jika nantinya kekebalan komunal atau herd immunity tercapai 70 persen, pertunjukan secara fisik bisa dilakukan.
“Karena di negara lain ada yang vaksin capai 70 persen, tercapai herd immunity, mereka mulai eksperimen untuk melakukan kegiatan pertunjukan yang secara fisik bisa dihadiri,” tambahnya.
ADVERTISEMENT