kumparan
Bisnis27 Februari 2020 15:07

Mengenal Repo, Produk Investasi yang Macet di Mahkota dan Diadukan ke Ahok

Konten Redaksi kumparan
pergerakan saham
Ilustrasi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Foto: Irfan Adi Saputra/kumparan
Nasabah atau investor PT Mahkota Jupiter Investama atau Mahkota Investama mengadukan penundaan pembayaran jatuh tempo investasinya ke mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok. Nasabah me-mention akun instagram Ahok dalam aduannya.
ADVERTISEMENT
Mahkota Investama merupakan perusahaan milik Raja Sapta Oktohari. Okto, panggilannya, merupakan anak dari Ketua Umum Partai Hanura, Oesman Sapta Odang.
Produk investasi yang ditawarkan adalah repurchase agreement (Repo). Mengutip penjelasan Kliring Penjaminan Efek Indonesia (KPEI), Repo merupakan perjanjian antara dua belah pihak di mana pihak pertama atau seller meminjam sejumlah dana dari pihak kedua atau buyer dengan jaminan instrumen efek tertentu, umumnya saham dan obligasi baik obligasi korporasi maupun Surat Utang Negara (SUN). Seller akan membeli kembali efek tersebut dari buyer pada harga dan waktu yang telah ditentukan.
Dalam kasus ini, Mahkota Investama bertindak sebagai seller/penjual Repo kepada investor dengan jaminan saham atau surat utang plus tawaran imbal hasil.
ADVERTISEMENT
Saat jatuh tempo tiba, Mahkota Investama sebagai seller tak mampu membeli kembali Repo yang telah dijual. Sebagai solusi, Mahkota Investama akhirnya menyurati para investor dengan menawarkan opsi penundaan dan memperpanjang jadwal pencairan investasinya. Perusahaan memberikan iming-iming menaikkan imbal hasil/return dari kisaran 7 persen per tahun hingga 39 persen per tahun, tergantung tenornya.
Okto membenarkan adanya penundaan pencairan investasi Repo tersebut. Namun menurutnya, hal ini hanya bersifat sementara dan akan kembali normal dalam waktu dekat.
"Hanya sempat tertunda sebentar, baru akan kembali normal," kata pria yang akrab disapa Okto itu kepada kumparan, Kamis (27/2).
Dia melanjutkan, dalam waktu dekat ini pihaknya juga akan mengadakan roadshow untuk bertemu langsung dengan para investor dan menjelaskan secara lebih lanjut.
ADVERTISEMENT
"Pihak manajemen akan mulai roadshow untuk bertemu langsung dengan para investor," jelasnya.
Sayangnya, Raja Sapta Oktohari enggan menjelaskan lebih lanjut mengenai alasan tertundanya pencairan Repo tersebut.
Jika jaminan yang dipakai saham, harga saham memang mengalami tekanan sepanjang 2019 akibat perang dagang dan sejak awal 2020 akibat virus corona. Menurut catatan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sudah terkoreksi 6,13 persen sejak awal tahun atau year to date (ytd) posisi per 12 Februari 2020. Seluruh indeks sektoral juga tercatat merah (ytd) dengan penurunan paling tajam terjadi pada sektor aneka industri sebesar minus 13,07 persen. Bahkan posisi sore ini (27/2), IHSG terkoreksi hingga 2,40 persen.
"Ini regional dan global. Enggak hanya Indonesia. Pemicunya perang dagang, terakhir virus corona dari Januari. Pengaruh signifikan ke industri, pasar modal khususnya," Deputi Komisioner Pengawas Pasar Modal II OJK, Fahri Hilmi dalam FGD Pasar Modal OJK untuk Redaktur Media Massa di The Alana Sentul, Bogor, Sabtu (15/2).
ADVERTISEMENT
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan