kumparan
10 Juni 2018 10:52

Mengeratkan Kerja Sama RI-China Melalui Sarang Burung Walet

Acara tahunan perusahaan walet Yan Ty Ty
Acara tahunan perusahaan walet Yan Ty Ty (Foto: Dok. KBRI di China)
Indonesia merupakan negara pengekspor terbesar sarang burung walet ke China. Tak mengherankan, jika perusahaan-perusahaan sarang burung walet di Negeri Tirai Bambu itu, merasa dekat dengan Indonesia. Salah satunya adalah Yan Ty Ty.
ADVERTISEMENT
Menariknya, Yan Ty Ty merupakan perusahaan importir sarang burung walet di China, yang dimiliki oleh pasangan China-Indonesia yang mengimpor produk dari Indonesia. Perusahaan tersebut tak sekedar menjalin kerja sama perdagangan sarang burung walet, namun juga mengembangkan usaha ini di Indonesia.
“Saya sangat mengapresiasi hubungan yang dekat antara Yan Ty Ty dengan Indonesia. Tidak hanya business-to-business, namun juga people-to-people,” kata Duta Besar Indonesia untuk RRC, Djauhari Oratmangun, dalam sambutannya di acara tahunan yang digelar perusahaan itu, di Hotel Grand Hyatt Pudong Shanghai, Jumat (8/6) lalu.
Acara tersebut juga dihadiri oleh Chairman CAWA (China Agricultural Wholesale Market Association), Ma Zhengjun; Perwakilan KJRI Shanghai; Ketua INACHAM (Indonesia Chamber of Commerce China); Serta sejumlah pengusaha terasosiasi yang berjumlah kira-kira 500-an orang.
ADVERTISEMENT
Yan Ty Ty merupakan perusahaan dengan standar kualitas yang tinggi dalam melindungi konsumennya dan diakui oleh Pemerintah RRC. Di Indonesia, Yan Ty Ty juga mengembangkan sejumlah kerja sama termasuk investasi, memberdayakan petani lokal, membangun pabrik dan rumah sarang burung walet di Indonesia.
Dubes RI di China, Djauhari Oratmangun
Dubes RI di China, Djauhari Oratmangun (Foto: Dok. KBRI di China)
Bahkan membangun resort ekologi sarang burung walet yang menarik minat pecinta sarang burung walet China untuk berkunjung ke Indonesia. Djauhari menilai, Yan Ty Ty merupakan salah satu contoh perusahaan yang tidak hanya inovatif dalam mengembangkan produk sarang burung walet, namun juga berkontribusi bagi hubungan baik kedua negara.
Djauhari berharap akan semakin banyak pengusaha seperti Yan Ty Ty, yang mengembangkan model bisnis serupa yang membantu peningkatan kesejahteraan petani sarang burung walet Indonesia serta berinvestasi dan berinovasi dengan produk-produk dari Indonesia.
ADVERTISEMENT
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan