Bisnis
·
22 Februari 2021 13:51

Mengintip Cuan Triliunan yang Diraup Tesla Setelah Alihkan Dolar AS ke Bitcoin

Konten ini diproduksi oleh kumparan
Mengintip Cuan Triliunan yang Diraup Tesla Setelah Alihkan Dolar AS ke Bitcoin (266996)
Elon Musk bos Tesla. Foto: dok. Businessinsider
Perusahaan otomotif produsen mobil listrik Amerika Serikat (AS), Tesla Inc, sudah mengalihkan sebagian kas perusahaan dari dolar AS ke Bitcoin pada 2020 lalu. Kini saat uang kripto itu harganya melambung, Tesla pun meraup untung besar yang ditaksir hingga triliunan rupiah.
ADVERTISEMENT
Perusahaan mobil listrik milik orang terkaya dunia, Elon Musk, itu dalam laporan keuangan 2020 menyebutkan telah memborong Bitcoin senilai USD 1,5 miliar atau setara Rp 21 triliun.
Selain Tesla, sejumlah korporasi di Amerika Serikat juga meraup keuntungan fantastis setelah membeli dan menyimpan Bitcoin sebagai aset, seperti Microstrategy Inc. Keduanya mendapatkan keuntungan seiring meningkatnya harga Bitcoin dengan signifikan.
Oscar Darmawan selaku CEO Indodax, perusahaan cryptoexchanges terbesar di Indonesia memperkirakan, total keuntungan Tesla sampai saat ini, mencapai USD 600 juta atau Rp 8,4 triliun. Untuk diketahui, per Senin (22/2) hari ini, harga Bitcoin sudah mencapai Rp 851 juta.
“Tesla membeli Bitcoin dengan jumlah yang banyak dan saat harga belum semahal sekarang. Kemudian, hanya hitungan minggu saja, Bitcoin naik drastis. Tentunya, perusahaan tersebut mengalami keuntungan yang fantastis seiring meningkatnya harga Bitcoin,” kata Oscar Darmawan, Senin (22/2).
Mengintip Cuan Triliunan yang Diraup Tesla Setelah Alihkan Dolar AS ke Bitcoin (266997)
Ilustrasi Bitcoin Foto: REUTERS/Dado Ruvic
Mengutip Bloomberg, Oscar Darmawan, memaparkan Tesla membeli Bitcoin sebanyak 43.000 BTC (satuan Bitcoin) pada harga USD 35.000 atau sekitar Rp 490 juta. Sekarang, Bitcoin sudah mencapai Rp 851 juta atau sekitar USD 58.000.
ADVERTISEMENT
“Total aset Tesla dalam bentuk Bitcoin awalnya USD 1,5 miliar. Saat ini, diperkirakan sudah tumbuh melebihi 2,2 miliar dolar AS. Artinya, diperkirakan, aset Tesla tumbuh sekitar 45 persen setelah menyimpan dan membeli Bitcoin,” ujarnya.
Oscar Darmawan juga membeberkan keuntungan yang didapat oleh Microstrategy Inc. Keuntungannya, lebih fantastis lagi, karena perusahaan ini sudah berinvestasi Bitcoin lebih awal dari Tesla. Microstrategy Inc membeli Bitcoin di harga yang jauh lebih murah dari pada Tesla Inc.
Menurut Oscar Darmawan, Microstrategy Inc sudah memiliki 72.000 BTC atau senilai sekitar Rp 57 triliun. Perusahaan tersebut membeli Bitcoin secara bertahap dimulai pada Agustus 2020 lalu. Saat itu, pembelian perdana Microstrategy Inc hanya 21.454 BTC.
“Dari catatan NASDAQ, diperkirakan, lonjakan kenaikan saham Microstrategy Inc mencapai 600 persen dari Agustus 2020-Februari 2021. Artinya, semenjak mereka membeli Bitcoin, valuasi asetnya meningkat drastis. Ini bisa dilihat dari pergerakan harga sahamnya di NASDAQ,” ungkapnya.
ADVERTISEMENT
Selain Tesla dan Microstrategy, perusahaan lain yang mengalihkan kas perusahaan ke Bitcoin dan meraup untung besar yakni Square Inc dan Tudor Investment Corp.