Bisnis
·
10 Juni 2021 19:57
·
waktu baca 2 menit

Mengintip Strategi Menteri Trenggono Berantas Kapal Pencuri Ikan

Konten ini diproduksi oleh kumparan
Mengintip Strategi Menteri Trenggono Berantas Kapal Pencuri Ikan (23939)
Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono, menynjukkan lobster di Lombok. Foto: Dok. KKP
Praktik Illegal, Unreported, and Unregulated (IUU) Fishing atau pencurian ikan masih terjadi di laut Indonesia. Pencurian itu tak hanya dilakukan oleh kapal Indonesia, tetapi juga yang berbendera asing.
ADVERTISEMENT
Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono mengatakan, praktik pencurian ikan apabila dibiarkan tidak hanya merugikan negara dari sisi ekonomi dan sosial, tapi juga mengancam keberlanjutan ekosistem laut. Untuk itu, ia berkomitmen memberantas pencurian ikan di Indonesia.
Trenggono mengungkapkan, sudah ada beragam strategi yang siap diterapkan dalam pemberantasan tersebut mulai dari menambah jumlah armada dan jam patroli, penggunaan teknologi, memperkuat sinergi dengan aparat penegak hukum lain yakni TNI AL, Polri, dan Bakamla, hingga strategi diplomasi.
"Jadi tindakan di laut adalah tindakan pengawasan dan tindakan aksi. Tapi kemudian dari sisi diplomasi juga bisa kita lakukan dan itu intens kami lakukan di tingkat internasional. Terbaru saat pertemuan dengan Menteri Kelautan Prancis. Salah satu yang dibicarakan dan disepakati adalah bagaimana memerangi praktik illegal fishing," kata Trenggono melalui keterangan resminya, Kamis (10/6).
Mengintip Strategi Menteri Trenggono Berantas Kapal Pencuri Ikan (23940)
Sejumlah petugas Kapal Pengawas Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) bersiaga di kapal ikan ilegal hasil tangkapan di Stasiun PSDKP Pontianak. Foto: Jessica Helena Wuysang/Antara Foto
Trenggono menilai, diplomasi penting karena pencurian ikan bukan hanya persoalan Indonesia, tapi juga negara-negara lain di dunia. Dengan diplomasi, ia berharap pemerintah setiap negara semakin gencar mengimbau warganya untuk tidak melakukan praktik illegal fishing, khususnya di wilayah pengelolaan perikanan negara lain.
ADVERTISEMENT
"Dengan demikian kita juga mengimbau kepada pemerintah para nelayan pelaku illegal fishing tersebut, untuk melakukan pembinaan-pembinaan di sana," ujar Trenggono.
Dalam sepekan sejak 3 sampai 8 Juni 2021, KKP melalui Ditjen Pengawas Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP) berhasil menangkap 19 kapal pencuri ikan. Sebagian besar ditangkap di Laut Natuna Utara sebanyak 10 kapal dengan rincian 3 kapal ikan berbendera Malaysia dan sisanya berbendera Vietnam. Kemudian 2 kapal berbendera Filipina ditangkap di Laut Sulawesi.
Selain kapal asing, 7 unit kapal ikan milik nelayan dalam negeri juga ikut ditangkap karena menggunakan alat tangkap tidak ramah lingkungan berupa trawl saat beroperasi di perairan Selat Malaka. Alat tangkap yang mereka gunakan disertai dengan besi yang dapat merusak terumbu karang.
ADVERTISEMENT
Penangkapan tersebut menambah deretan kapal-kapal illegal fishing yang berhasil ditangkap tim patroli KKP selama kurun waktu 2021, menjadi 113 unit kapal ikan. Trenggono meminta jajarannya tidak pandang bulu dalam menindak pelaku praktik illegal fishing.
Mengintip Strategi Menteri Trenggono Berantas Kapal Pencuri Ikan (23941)
Sejumlah petugas Kapal Pengawas Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) bersiaga di kapal ikan ilegal hasil tangkapan di Stasiun PSDKP Pontianak. Foto: Jessica Helena Wuysang/Antara Foto
Mengenai kapal-kapal pencuri ikan yang berhasil ditangkap, Trenggono sudah mengusulkan ke Presiden Joko Widodo agar sebagian dapat diberikan kepada nelayan tradisional untuk mendorong peningkatkan kesejahteraan. Tentunya, pemberian bisa dilakukan setelah kapal dilakukan perbaikan khususnya untuk alat tangkapnya menjadi lebih ramah lingkungan.
"Namun prosesnya tidak begitu mudah karena ada payung hukum yang tidak bisa kita langgar dan kami harus berkoordinasi dengan aparat lainnya," ungkap Trenggono.
Selama ini, kapal-kapal ikan hasil tangkapan sebagian telah dimusnahkan dan diberikan kepada lembaga pendidikan untuk kebutuhan praktik maupun riset.
ADVERTISEMENT