Menkes Ingin Semua Orang Kaya dan Miskin Ikut BPJS: Biar Tidak Defisit Terus

29 November 2022 16:06
·
waktu baca 2 menit
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengikuti rapat kerja dan rapat dengar pendapat dengan Ketua Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN) di Komisi IX DPR RI, Jakarta, Rabu (23/3/2022). Foto: Jamal Ramadhan/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengikuti rapat kerja dan rapat dengar pendapat dengan Ketua Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN) di Komisi IX DPR RI, Jakarta, Rabu (23/3/2022). Foto: Jamal Ramadhan/kumparan
ADVERTISEMENT
Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin mengungkapkan bahwa seluruh masyarakat Indonesia, mulai dari golongan miskin hingga orang kaya, bisa menikmati layanan dari BPJS Kesehatan. Adapun pemerintah memberikan perlindungan kesehatan melalui paket dasar yang dapat dinikmati seluruh masyarakat.
ADVERTISEMENT
"BPJS harus kasih paket dasar untuk seluruh 270 juta rakyat Indonesia, kaya, miskin, tua, muda, Aceh sampai Merauke harus, tapi paket dasar," ujar Budi kepada kumparan di The Ritz-Carlton Pacific Place, Selasa (29/11).
Meski begitu, ia menilai saat ini pemerintah memberikan paket yang terlalu besar untuk masyarakat Indonesia. Padahal, paket dasar ini harus disesuaikan dengan kemampuan keuangan negara.
"Kalau dikasih terlalu tinggi pasti akan defisit terus. Sekarang hitung-hitungan aku itu dikasih terlalu tinggi," tegasnya.
Untuk itu, kata dia, agar pemerintah tetap dapat memberikan layanan yang bagus harus ada pengecualian yang diterapkan kepada peserta BPJS Kesehatan. Hal ini berlaku untuk paket istimewa, di mana kelompok masyarakat miskin dibayar oleh negara dan kelompok masyarakat kaya diambil dari asuransi swasta.
ADVERTISEMENT
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
"Harusnya paket dasar seluruhnya, semua orang dapat, kaya, miskin, semua dapat. Untuk miskin dibayar negara di atas paket standar. Paket istimewa yang miskin dibayar negara, tapi orang kaya dia ambil dari asuransi swasta," ungkap Budi.
Ia menjelaskan paket dasar merupakan kebutuhan dasar kesehatan (KDK) yang telah ditentukan. Adapun kebutuhan ini mencakup seluruh masyarakat Indonesia tanpa terkecuali.
"Seluruh masyarakat Indonesia, kaya, miskin, muda, tua ambil itu. Tidak boleh terlalu tinggi," pungkas dia.
Kemudian, untuk paket istimewa dinilai sangat luas untuk cakupannya. Paket ini dapat digunakan untuk penyakit kanker, bedah, kemoterapi, radioterapi dan imunoterapi.
"Sekarang imunoterapi kita belum mampu, karena terlampau mahal. Itu biarin yang kaya cover-nya lewat asuransi swasta, tapi yang miskin cover-nya lewat dibayarin pemerintah. Yang dasar semua masyarakat dapat," tandas Budi.
ADVERTISEMENT
Baca Lainnya
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020