kumparan
3 Desember 2019 11:56

Menkeu Minta Penyelundup Brompton dan Harley di Garuda Bayar Pajak

Sri Mulyani, POTRAIT
Menteri Keuangan Sri Mulyani di Istana Merdeka, Jakarta. Foto: ANTARA FOTO/Wahyu Putro A
Menteri Keuangan Sri Mulyani buka suara mengenai adanya sejumlah barang selundupan melalui pesawat jenis Airbus A330-900 Neo milik Garuda Indonesia.
ADVERTISEMENT
Menurutnya, praktik penyelundupan barang mewah hingga kini masih terjadi. Hal tersebut tampak dari Ditjen Bea Cukai yang masih menangkap penyelundupan barang mewah melalui bandara atau pelabuhan.
Sri Mulyani menyampaikan, jika ada orang kaya yang ingin terlihat kaya dengan membeli kendaraan mewah di luar negeri, semestinya bea masuk barang tersebut juga dibayar.
"Kita bisa lihat di salah satu kantor Bea Cukai menangkap orang yang mau menyelundupkan motor mewah, moge. Orang kaya kalau mau terlihat kaya, jangan nanggung. Ya bayar pajak beneran," katanya di Kantor Pusat Ditjen Pajak, Jakarta, Selasa (3/12).
Sri Mulyani, Hari Anti Korupsi Sedunia
Menteri Keuangan RI Sri Mulyani memberi sambutan pada acara memperingati Hari Anti Korupsi Sedunia (Hakordia) di Gedung Utama KPDJP, Jakarta, Selasa (3/12). Foto: Irfan Adi Saputra/kumparan
Eks Direktur Pelaksana Bank Dunia itu berpendapat, orang yang menghindari pembayaran pajak kendaraan mewah hanya merupakan orang yang pura-pura kaya. Sebab orang kaya sebenarnya tak mungkin menilep pajak.
ADVERTISEMENT
"Yang saya enggak senang itu pura-pura kaya, tapi nilep sana-sini, maksudnya enggak bayar ini itu. Ini PR buat kita semua," tegas Sri Mulyani.
Saat disinggung mengenai ‎temuan 18 kotak barang selundupan‎ yang dibawa pesawat baru Airbus A330-900 Neo milik Garuda Indonesia dari Perancis, Sri Mulyani hanya mengatakan modus penyelundupan saat ini memang terjadi dengan berbagai cara.
"Kita memahami modus untuk penyelundupan itu terjadi dengan berbagai cara. Kalau kemarin kita bicara jastip, ada splitting atau satu komoditas dipecah kecil dan dikirim melalui berbagai penumpang. Jadi teman-teman bea cukai sudah meningkatkan kemampuan mereka," katanya.
Untuk menanggulangi hal ini, pihaknya akan menjalin kerja sama dengan negara lain terkait bawaan penumpang yang akan menuju Indonesia, salah satunya dengan Singapura. Dengan begitu diharapkan ruang gerak penyelundupan makin sempit.
ADVERTISEMENT
Sebelumnya, Kasubdit Komunikasi Dan Publikasi Bea Cukai Deni Surjantoro menegaskan, 18 kotak itu miliki penumpang VIP yang ikut dalam pendaratan pertama Airbus baru Garuda tersebut.
"Itu punya penumpang VIP on board. Bisa manajerial, manajemen, itu kan pesawat baru. Bukan penumpang biasa," ujar Deni kepada kumparan, Selasa (3/12).
Menurutnya, 18 kotak selundupan tersebut terdiri dari 15 kotak yang berisi spare part motor Harley Davidson bekas dan sisanya merupakan unit sepeda lipat baru merek Brompton. Seluruh kotak itu diperiksa Bea Cukai pada 17 November 2019.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan