Menkop Teten Masduki Dorong Pengembangan Ekonomi Digital untuk Disabilitas

5 Agustus 2022 15:15
·
waktu baca 3 menit
sosmed-whatsapp-whitecopy-link-circlemore-vertical
Menteri Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah (Menkop, dan UKM) Teten Masduki mengunjungi salah satu UKM kerajinan tangan Palem Craft di Sewon, Bantul, Yogyakarta, Kamis (19/5/2022). Foto: Galang/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Menteri Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah (Menkop, dan UKM) Teten Masduki mengunjungi salah satu UKM kerajinan tangan Palem Craft di Sewon, Bantul, Yogyakarta, Kamis (19/5/2022). Foto: Galang/kumparan
ADVERTISEMENT
Menkop dan UKM Teten Masduki mau ikut mengembangkan ekonomi digital untuk disabilitas. Untuk itu, Teten mendukung langkah yang sudah dilakukan oleh Perempuan Tangguh Indonesia (PTI).
ADVERTISEMENT
PTI sejak 2021 telah memulai menjadi startup bagi para disabilitas. Sejumlah kegiatan untuk mengembangkan diri kaum disabilitas seperti memberikan pelatihan terus dilakukan. Teten berharap PTI terus meningkatkan kinerjanya.
“Saya berharap Perempuan Tangguh Indonesia (PTI) mampu menjadi inkubator bisnis bagi disabilitas, dengan membangun sebuah ekosistem, terkait dari pembiayaan dan pelatihan secara berkelanjutan serta membantu menempatkan SDM disabilitas kepada perusahan-perusahaan yang ada di Indonesia," kata Teten saat menerima pengurus PTI dalam rangka persiapan acara Digital Economy to support SDGs, yang akan dilakukan tanggal 8 Agustus 2022 di Bali, Jumat (5/8).
Data menyebutkan ada sekitar 31 juta disabilitas yang tercatat saat ini. Jumlah tersebut dianggap bisa menjadi pangsa pasar yang berpotensi untuk dikembangkan sebagai ekonomi kerakyatan.
ADVERTISEMENT
Ketua Umum PTI, Myra Winarko, mengatakan disabilitas tetap menjadi sumber daya manusia yang berpotensi untuk dibina dan dikembangkan. Sehingga potensi mereka tersalurkan dan bisa mandiri, khususnya secara finansial.
Pelatihan yang telah diberikan kepada para disabilitas saat ini meliputi pelatihan sebagai MUA atau Makeup Artist, Chef, dan Bidang Seni (Art). Sejumlah alumni dari kegiatan tersebut sudah ditempatkan dibeberapa tempat yang bergengsi. “Salah satu disabilitas yang mempunyai bakat luar biasa dalam memasak, sekarang sudah bekerja disalah satu resto ternama di bilangan Jakarta Selatan," ungkap Myra Winarko.

Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Myra mengungkapkan ekosistem tersebut telah dibangun oleh PTI sejak tahun 2020 lewat dukungan perusahaan-perusahaan dalam pengembangan SDM disabilitas, seperti PT Modena, PT Panasonic Gobel, PT Paragon (Wardah), Danar Hadi, PT Impack Pratama Tbk.
ADVERTISEMENT
Myra menjelaskan hingga saat ini sudah banyak alumni disabilitas yang berhasil memulai bisnisnya sebagai UMKM. Jangkauan disabilitas juga bukan hanya di wilayah DKI Jakarta saja, tetapi sudah berkembang hingga ke Bandung, Jawa Barat. 
Pelatihan untuk disabilitas yang dilakukan Perempuan Tangguh Indonesia (PTI). Foto: PTI
zoom-in-whitePerbesar
Pelatihan untuk disabilitas yang dilakukan Perempuan Tangguh Indonesia (PTI). Foto: PTI
“Di Bandung PTI telah berhasil menciptakan kelompok kerja UMKM disabilitas yang memproduksi telor asin dan jajanan basah. Mereka bahkan telah mempunyai Brand tersendiri dengan nama Telor Asin 3 Jagoan yang sudah dipasarkan ke berbagai tempat," ujar Myra.

Mengenai ekosistem pembiayaan, Myra menjelaskan pihaknya didukung oleh Bank Sahabat Sampurna dan akan segera menyusul dalam waktu dekat BCA dan Bank Mega. Melihat ceruk pasar UMKM disabilitas masih sangat luas, PTI akan terus memaksimalkan kesempatan untuk mengembangkan diri sebagai startup kaum disabilitas.
ADVERTISEMENT
Sejumlah rencana besar juga telah disiapkan untuk menjaga semua produksi yang dihasilkan, salah satunya dengan menggunakan jasa profesional kurator.
“Untuk produksi disabilitas yang berupa karya seni, kami juga menggunakan profesional kurator, karena PTI mempunyai standar dalam memperkenalkan hasil karya disabilitas," tutur Myra.