Bisnis
·
13 Januari 2021 18:54

Menlu China Temui Retno Marsudi, Bahas Isu Perdagangan hingga Vaksin Corona

Konten ini diproduksi oleh kumparan
Menlu China Temui Retno Marsudi, Bahas Isu Perdagangan hingga Vaksin Corona (225867)
Menteri Luar Negeri Indonesia Retno Marsudi bertemu dengan Menteri Luar Negeri China Wang Yi di Kementerian Luar Negeri, Jakarta, Rabu (13/1). Foto: Dok. Kementerian Luar Negeri
Menteri Luar Negeri China, Wang Yi bersama delegasi melakukan pertemuan bersama Menteri Luar Negeri Indonesia, Retno Marsudi, Rabu (13/1). Dalam kunjungan kali ini terdapat dua kerja sama yang ditandatangani.
ADVERTISEMENT
Pertama, kerja sama mengenai peningkatan Kegiatan Bersama Antar Kemlu RI dan Kemlu China. Kedua, mengenai pre-feasibility study Bendungan Lambakan di Kalimantan Timur.
“Kita baru saja menyelesaikan pertemuan, baik dalam bentuk tete a tete (empat mata) maupun pertemuan pleno, dan telah menyaksikan penandatanganan dua dokumen kerja sama,” kata Retno melalui keterangan tertulis seperti yang dikutip kumparan.
Retno menjelaskan, dalam pertemuan kali ini fokus pada persoalan kesehatan dan ekonomi di tengah pandemi. Pemerintah China akan mendukung program kesehatan publik, dan bantuan China bagi negara ASEAN dalam hal ekonomi.
Retno yang juga menjabat sebagai Ketua Kerjasama Vaksin COVID-19 COVAX ini menambahkan, China akan bekerja sama dalam penyediaan alat diagnostik dan vaksin corona.
“Baik di bidang penyediaan alat diagnostik, teurapatik dan vaksin,” katanya.
ADVERTISEMENT
Rencana lain yaitu kedua negara sepakat untuk membangun industri obat-obatan seperti bahan baku hingga alat kesehatan.
“Kunci dari kerja sama ekonomi adalah sinergi yang saling menguntungkan, sekali lagi, sinergi yang saling menguntungkan,” lanjut Retno.
Menlu China Temui Retno Marsudi, Bahas Isu Perdagangan hingga Vaksin Corona (225868)
Pertemuan antara Menko Marves Luhut Binsar Panjaitan dan Menlu China Wang Yi di Danau Toba, Sumatera Utara, Selasa (12/1/2020). Foto: Kemenko Marves

Menlu China Temui Luhut Bahas Investasi

Sebelumnya, Wang Yi telah melakukan pertemuan dengan Menko Maritim dan Investasi. Dalam pertemuan tersebut keduanya membahas beberapa isu perdagangan dan investasi.
“Pertama, perlu terus diupayakan perdagangan yang meningkat dan lebih seimbang. Dalam kaitan ini, saya menyambut baik naiknya ekspor Indonesia ke Tiongkok pada tahun lalu sebesar lebih 10 persen di saat perekonomian global menghadapi guncangan yang berat akibat pandemi,” ucap Retno.
Indonesia juga telah menggarisbawahi pentingnya untuk mengatasi halangan dalam perdagangan, terutama, seperti akses pasar bagi ekspor unggulan Indonesia ke China yaitu misalnya produk perikanan, buah tropis, sarang burung walet, dan tentunya kelapa sawit.
ADVERTISEMENT
Hal lain yang dibahas yaitu kerja sama investasi yang bersahabat dengan lingkungan, dan yang dapat menyerap tenaga kerja Indonesia.
“Salah satu contoh konkret adalah penandatanganan dokumen feasibility study Bendungan Lambakan di Kalimantan Timur yang baru saja kita saksikan untuk mengendalikan banjir dan mengairi lahan pertanian di kawasan ini,” urainya.
Retno juga menyuarakan isu perlindungan ABK Indonesia yang bekerja di kapal-kapal ikan China. Ia meminta perhatian Pemerintah China mengenai pemulangan ABK dan hak-hak tenaga kerja lainnya.
“Penyelesaian hak-hak ketenagakerjaan, perbaikan kondisi kerja yang aman dan kondusif, serta penegakan hukum melalui mutual legal assistance,” tegas Retno.