Mentan Amran: Jangan Politisasi Harga Pangan
14 November 2025 13:39 WIB
·
waktu baca 4 menit
Mentan Amran: Jangan Politisasi Harga Pangan
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman (Mentan Amran) mengingatkan agar isu harga pangan tidak dijadikan alat politik. kumparanBISNIS

ADVERTISEMENT
Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman mengingatkan agar isu harga pangan tidak dijadikan alat politik. Pernyataan tersebut disampaikan Mentan saat melakukan inspeksi mendadak bersama Wakil Menteri Pertanian, Kepala Bulog, dan jajaran pemerintah daerah, Kamis (13/11).
ADVERTISEMENT
“Jadi tolong untuk lebih berhati-hati memberikan pernyataan terkait harga. Kita harus jaga ini karena ini untuk rakyat kecil. Boleh berpolitik, tapi jangan dipolitisasi untuk sektor pangan,” ujar Amran saat meninjau harga beras di Pasar Legi, Surakarta, dikutip Jumat (14/11).
Amran menegaskan harga beras di sejumlah daerah saat ini dalam kondisi stabil dan bahkan ada yang berada di bawah Harga Eceran Tertinggi (HET).
“Alhamdulillah harga baik, stabil, itu kata pedagang di sini tadi. Namun ada beberapa pemberitaan yang menyatakan harga naik. Untuk itu hari ini kami turun ke lapangan bersama Pak Wamentan dan Bulog. Ada tadi beras SPHP harganya Rp 12 ribu per kilo, ada juga premium Rp 13 ribu. HET kita untuk premium Rp 14.900 dan untuk medium Rp 13.500. Artinya sesuai, bahkan di bawah HET,” tegas Mentan Amran.
ADVERTISEMENT
Wali Kota Surakarta, Respati Ardi, yang turut mendampingi sidak menyampaikan bahwa Pemerintah Kota Solo memiliki tim pengendali inflasi daerah yang aktif memantau harga kebutuhan pokok setiap hari.
“Kami ada tim inflasi daerah, jadi kalau ada harga yang sedikit naik pasti akan diintervensi dan langsung kami koordinasikan dengan Kementan dan Bulog. Tapi hari ini situasinya sangat baik. Kalau ada harga yang tidak sesuai HET, silakan dilaporkan,” ujarnya.
Sementara itu, salah satu pedagang sembako di Pasar Legi, Ibu Srikati, mengaku harga beras saat ini tergolong stabil dan penjualan berjalan normal.
“Harga stabil, beras juga gitu, Rp12 ribu sampai Rp13 ribu. Tidak ada kenaikan, malah sekarang pembeli makin ramai karena harga turun,” katanya sambil melayani pembeli.
ADVERTISEMENT
Kementerian Pertanian memastikan akan terus turun langsung ke lapangan untuk memantau harga dan pasokan pangan agar tidak ada celah bagi oknum yang mencoba memanipulasi data dan opini publik. Stabilitas harga beras, kata Mentan Amran, bukan hasil kebetulan, tetapi kerja sama konkret antara pusat dan daerah serta dukungan penuh Presiden Prabowo Subianto untuk menjaga ketahanan pangan nasional.
“Beras adalah kebutuhan dasar rakyat. Tugas kami memastikan harganya stabil, petani untung, rakyat senang. Itu baru politik pangan yang sesungguhnya,” tutur Amran.
Penurunan Harga Pupuk Subsidi Dorong Produktivitas Nasional
Mentan Amran sebelumnya juga melakukan inspeksi mendadak ke kios pupuk Indo Tani 3 di Sukamandi, Kabupaten Subang, Rabu (12/11). Dalam kunjungan tersebut, Mentan Amran memastikan harga pupuk subsidi telah turun 20 persen sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto, dan mendapati fakta menggembirakan bahwa animo petani untuk membeli pupuk meningkat tajam hingga 20 persen.
ADVERTISEMENT
“Kami sudah sidak ke tujuh sampai delapan provinsi untuk memastikan kebenaran di lapangan. Alhamdulillah, semua patuh pada arahan pusat dan Presiden Prabowo. Harga pupuk subsidi turun 20 persen di seluruh Indonesia,” ujar Amran.
Menurut Amran, penurunan harga ini bukan hanya meringankan beban petani, tetapi juga memicu peningkatan signifikan dalam pembelian pupuk.
“Yang menarik, pembelian pupuk naik 20 persen bulan ini. Ini fenomena positif. Insya Allah produksi pertanian kita nanti juga meningkat. Semua komoditas pangan yang disubsidi pasti terdorong naik produksinya,” jelasnya.
Dalam sidak tersebut, Mentan juga berbincang langsung dengan Hani, distributor kios Indo Tani 3. Hani mengonfirmasi lonjakan pembelian pupuk sejak harga diturunkan.
“Sekarang banyak sekali petani yang datang beli, Pak. Mereka antusias karena harga turun. Bahkan ada yang buru-buru tebus karena takut nanti harganya naik lagi,” kata Hani.
ADVERTISEMENT
Ia menambahkan, proses penebusan pupuk kini jauh lebih mudah. Petani cukup membawa KTP asli untuk diverifikasi dan difoto sebagai bukti, tanpa perlu menggunakan kartu tani.
“Syaratnya sekarang simpel, cukup KTP asli dan terdaftar di RDKK. Kalau kuotanya ada, langsung bisa ditebus dan dibawa pulang,” ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut kembali Mentan Amran menegaskan bahwa sistem ini memastikan subsidi tepat sasaran bagi petani yang memiliki lahan maksimal dua hektare.
“Yang kita bela ini petani kecil, bukan pemilik lahan besar. Jadi, untuk lahan dua hektare tetap dilayani penuh, tapi yang ribuan hektare tentu tidak. Ini agar subsidi benar-benar adil,” tegasnya.
Selain memastikan penurunan harga dan peningkatan pembelian, Mentan Amran juga menegaskan komitmen untuk menindak tegas distributor yang melanggar aturan.
ADVERTISEMENT
“Kami sudah cabut izin beberapa distributor yang terbukti melanggar, terutama di Jawa Timur, Jawa Tengah, Jawa Barat, Sulawesi Selatan, Lampung, dan Sulawesi Utara. Evaluasi kami lakukan mingguan,” ujarnya.
Direktur Keuangan Pupuk Indonesia, Wono Budi Tjahyono, yang turut mendampingi sidak menyampaikan bahwa stok pupuk aman hingga musim tanam tahun depan.
“Insya Allah produksi kita aman sampai akhir tahun, bahkan sudah disiapkan untuk musim tanam berikutnya,” ujarnya.
Amran menambahkan, penurunan harga pupuk dan peningkatan animo petani menjadi momentum baik untuk mempercepat target swasembada pangan nasional.
“Awalnya target swasembada kita empat tahun, tapi dengan situasi seperti ini bisa jadi tercapai hanya dalam satu tahun. Ini kebahagiaan besar bagi bangsa,” tuturnya.
