Mentan Klaim Petani yang Tebus Pupuk Naik 20 Persen Usai Harga Turun

12 November 2025 14:49 WIB
·
waktu baca 2 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Mentan Klaim Petani yang Tebus Pupuk Naik 20 Persen Usai Harga Turun
Harga pupuk turun 20 persen, penebusan petani naik signifikan. Mentan Amran yakin produksi dan luas tanam meningkat, target swasembada beras bisa lebih cepat.
kumparanBISNIS
Sidak harga pupuk oleh Menteri Pertanian Amran Sulaiman di Indo Tani 3 Sukamandi yang berada di Subang, Jawa Barat.
 Foto: Argya D. Maheswara/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Sidak harga pupuk oleh Menteri Pertanian Amran Sulaiman di Indo Tani 3 Sukamandi yang berada di Subang, Jawa Barat. Foto: Argya D. Maheswara/kumparan
ADVERTISEMENT
Menteri Pertanian Amran Sulaiman mengungkap penebusan pupuk oleh petani naik 20 persen setelah pemerintah menurunkan harga pupuk bersubsidi.
ADVERTISEMENT
Sebelumnya, pemerintah resmi menurunkan harga pupuk sebesar 20 persen, sebuah langkah yang disebut Amran sebagai peristiwa bersejarah karena belum pernah terjadi sebelumnya.
“Karena ini belanja (penebusan naik) 20 persen, artinya animo masyarakat dan petani Indonesia luar biasa meningkat tajam,” kata Amran usai sidak di Indo Tani 3 Sukamandi, Subang, Jawa Barat, Rabu (12/11).
Dengan meningkatnya penebusan, permintaan pupuk otomatis naik. Amran menyebut hal ini akan berdampak langsung pada peningkatan produksi pupuk dan luas tanam petani.
“Dipastikan produksi pupuk naik, karena petani tanam lebih awal dan lebih cepat. Setelah pengumuman harga turun, luas tanam harian juga langsung meningkat,” ujarnya.
Amran menambahkan, penurunan harga pupuk juga mempercepat target swasembada beras nasional.
“Target awal empat tahun, tapi kalau begini bisa satu tahun tercapai. Jadi, Alhamdulillah, maju dari target,” katanya.
ADVERTISEMENT
Direktur Keuangan PT Pupuk Indonesia (Persero), Wono Budi Tjahyono, yang turut mendampingi Amran dalam sidak memastikan stok pupuk aman hingga musim tanam tahun depan.
“Insyaallah produksi kita aman sampai akhir tahun, bahkan sudah disiapkan untuk musim tanam tahun depan,” ujarnya.
Sebagai informasi, harga pupuk urea turun dari Rp 2.250 menjadi Rp 1.800 per kilogram, atau dari Rp 112.500 menjadi Rp 90.000 per sak. Sementara pupuk NPK turun dari Rp 2.300 menjadi Rp 1.840 per kilogram, atau dari Rp 115.000 menjadi Rp 92.000 per sak.
Amran menjelaskan, kebijakan ini merupakan hasil efisiensi anggaran pemerintah tanpa menambah alokasi APBN. Ia juga mengeklaim keuntungan PT Pupuk Indonesia pada tahun depan bisa mencapai Rp 2,5 triliun berkat kebijakan tersebut.
ADVERTISEMENT