kumparan
14 November 2019 10:41

Menteri Edhy: Kapal Asing Sitaan Tak Ditenggelamkan, Dibagi ke Nelayan

POTRAIT, Menteri KKP Edhy Prabowo
Menteri KKP Edhy Prabowo. Foto: Nicha Muslimawati/kumparan
Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo mengungkapkan, kapal-kapal nelayan asing hasil tangkapan yang sudah memiliki ketetapan hukum akan diberikan untuk nelayan.
ADVERTISEMENT
"Bagi yang sudah 'inkracht' ada langkahnya. Langkah pertama, pemanfaatan untuk nelayan kita, kalau memang bisa kami serahkan," kata Edhy seperti dikutip dari Antara, Rabu (13/11).
Ia menegaskan tidak akan mengubah kebijakan baik dari Menteri sebelumnya. Namun ia fokus pada perintah Presiden yaitu membangun komunikasi dengan nelayan, memperbaiki birokrasi perizinan.
Pemerintah kini tengah merancang prosedur penyerahan kapal tangkapan kepada nelayan. Termasuk pencari ikan yang berhak mendapatkan kapal. "Nelayan berjasa dan sebagainya, adalah standarnya," kata dia.
Menteri KKP Edhy Prabowo
Menteri KKP Edhy Prabowo. Foto: Nicha Muslimawati/kumparan
Ia melanjutkan, kapal-kapal hasil tangkapan yang kini bersandar di PSDKP Batam dalam kondisi baik, sehingga masih bisa dimanfaatkan untuk nelayan.
Kapal-kapal itu tidak akan ditenggelamkan. Karena menurut dia, kebijakan penenggelaman berlaku untuk kapal yang lari, sedangkan kapal yang bersandar di PSDKP sudah ada di dermaga. "Ditenggelamkan kalau begitu kita kejar lari," kata dua.
ADVERTISEMENT
Bila memang ada kapal yang harus ditenggelamkan, maka kebijakan itu akan diambil.
Penenggelaman Kapal Asing, Pontianak, KKP
Proses penenggelaman sejumlah kapal asing pencuri ikan. Foto: Jamal Ramadhan/kumparan
Edhy menegaskan, musuh KKP adalah nelayan asing yang mencuri di perairan Indonesia, bukan nelayan lokal. "Nelayan asing yang mencuri, tapi menanganinya dengan asas kemanusiaan," tegas dia.
Menurut dia, kebijakan penerapan kapal merupakan terobosan yang bagus. Tapi pengelolaan laut tidak hanya terkait itu.
Pengelolaan laut, lanjut Edhy, juga terkait upaya mengembangkan industri perikanan.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan