kumparan
Bisnis30 Januari 2020 19:14

Menteri ESDM Minta Produsen Sawit Beri Harga Khusus untuk Pertamina

Konten Redaksi kumparan
Arifin Tasrif di RDP dengan Komisi VII
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Arifin Tasrif hadiri rapat dengar pendapat (RDP) dengan Komisi VII DPR RI di Komplek Parlemen, Jakarta, Senin (27/1). Foto: Fanny Kusumawardhani/kumparan
Menteri ESDM Arifin Tasrif meminta para produsen minyak kelapa sawit (crude palm oil/CPO) memberikan alokasi dan harga khusus untuk PT Pertamina (Persero). Alokasi dan harga khusus tersebut serupa dengan Domestic Market Obligation (DMO) batu bara untuk PT PLN (Persero).
ADVERTISEMENT
"Kita akan ngomong dengan asosiasi (produsen sawit). Kita akan minta yang pasti pasokannya untuk dalam negeri," kata Arifin saat ditemui di Hotel Indonesia Kempinski, Jakarta, Kamis (30/1).
Sawit dengan alokasi dan harga khusus tersebut dibutuhkan untuk mendukung proyek energi hijau yang sedang dikembangkan Pertamina, yakni mencampur BBM solar dengan biodiesel dari CPO.
Sebelumnya diberitakan, Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati menyatakan, pihaknya memerlukan banyak pasokan minyak sawit. Pertamina memiliki empat kilang eksisting yang dikembangkan untuk produk energi hijau dan dua kilang baru yang akan dibangun.
Dirut Pertamina Nicke Widyawati
Direktur Utama Pertamina, Nicke Widyawati. Foto: Irfan Adi Saputra/kumparan
"Terkait keberlangsungan dari program green diesel dan green gasoline ini, kami memerlukan support dari pemerintah terkait dengan DMO dari palm oil," kata dia dalam Rapat Dengar Pendapat Komisi VII DPR RI, Jakarta, Rabu (29/1).
ADVERTISEMENT
Nicke mengusulkan penetapan alokasi harga dalam batas bawah dan batas atas CPO untuk menjamin pasokan dalam jangka panjang. Batas bawah menjamin keberlangsungan usaha produsen sawit, karena biaya produksi ditambah margin. Sedangkan batas atas menjaga keberlangsungan bisnis Pertamina. "Sehingga disesuaikan harga pasar. Ini yang kami usulkan," tutupnya.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan