Bisnis
·
9 April 2021 11:08

Menteri Tjahjo: Kita Kurangi Pegawai yang Hanya Duduk di Belakang Meja

Konten ini diproduksi oleh kumparan
Menteri Tjahjo: Kita Kurangi Pegawai yang Hanya Duduk di Belakang Meja (381551)
searchPerbesar
Menteri PANRB, Tjahjo Kumolo. Foto: Kementerian PANRB
Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi (MenpanRB) Tjahjo Kumolo melontarkan pernyataan yang menarik pada saat menyampaikan penerimaan Calon Aparatur Sipil Negara (ASN) untuk tahun ini.
ADVERTISEMENT
Menurutnya saat ini pemerintah lebih memprioritaskan pegawai yang memiliki skill dan bisa terjun langsung ke lapangan dibanding pegawai yang hanya bekerja duduk di belakang meja.
“Kita fokuskan menerima pegawai yang bisa terjun langsung ke lapangan, dan mengurangi pegawai administrasi yang hanya duduk di belakang meja,” ucapnya saat KemenPANRB News Update (3) : Konferensi Pers Pengadaan CASN Tahun 2021 virtual, Jumat (9/4).
Ia mengatakan, pihaknya telah melakukan koordinasi bersama beberapa kementerian seperti Kementerian Pertanian, Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) supaya memprioritaskan pegawai yang bisa terjun langsung ke lapangan.
Menteri Tjahjo: Kita Kurangi Pegawai yang Hanya Duduk di Belakang Meja (381552)
searchPerbesar
Ilustrasi PNS Foto: Nadia Jovita/kumparan
Pada tahun ini, pemerintah membutuhkan ASN sebanyak 1.275.384 orang. Secara rinci kebutuhan ASN untuk pemerintah pusat sebanyak 83.669 pegawai sementara untuk pemda sebanyak 1.191.718 pegawai.
ADVERTISEMENT
Adapun pelaksaan seleksi CASN 2021 akan sedikit berbeda dari tahun sebelumnya karena tahun ini seluruh proses pendaftaran akan dilakukan dalam portal Sistem Seleksi Calon ASN (SSCASN). Portal link pendaftaran CASN 2021, Sekolah Kedinasan 2021, CPNS 2021 dan PPPK 2021 dapat diakses melalui https://sscasn.bkn.go.id.
“Calon penerimaan ASN tahun 2021 dibuka melalui sistem ASN,” katanya.
Asal tahu saja, komposisi saat ini tercatat 4.169.118 PNS yang tersebar di seluruh daerah. Secara rinci terdapat ASN struktural sebanyak 456.372 orang, lalu pegawai teknis 257.800 orang, lalu kesehatan 329.138 orang, guru 1.418.266, dosen 75.738, dan pelaksana 1.630.804.