Bisnis
·
20 Oktober 2020 11:03

Motor Bebek Ada yang Rp 9 Jutaan, Kenapa Sepeda Brompton Seharga Yamaha XMax?

Konten ini diproduksi oleh kumparan
Motor Bebek Ada yang Rp 9 Jutaan, Kenapa Sepeda Brompton Seharga Yamaha XMax? (260809)
Sepeda Brompton di Tikum Cafe and Bike Repair di Jakarta Selatan, Jumat (6/12). Foto: Abdul Latif/kumparan
Motor bebek jadi pilihan banyak pengguna, karena punya banyak kelebihan seperti harganya murah, irit BBM, dan mudah dioperasikan. Soal harga, jenis motor ini bahkan ada yang ditawarkan di kisaran Rp 9 juta seperti Viar Star-NX.
ADVERTISEMENT
Harga itu sangat kompetitif, bahkan dibandingkan berbagai merek sepeda yang saat ini sedang booming. Sepeda kini bukan sekadar alat transportasi atau berolah raga, namun telah menjadi bagian dari gaya hidup. Karena menjadi bagian gaya hidup, harga sepeda kian mahal. Beberapa merek bahkan menunjukkan kelas sosial dan gengsi. Sepeda Brompton salah satunya.
Brompton memang merupakan sepeda mewah. Harga sepeda ini sekitar Rp 40 juta-Rp 60 juta per unit. Bahkan untuk Brompton spesifikasi tertinggi atau limited edition, harganya bisa setara motor Yamaha XMAX. Meski harganya mahal, pangsa pasar jenis sepeda ini sangat besar di Indonesia.
Co-Founder Good Ride Bike Cafe, Adhi Pratama, mengatakan salah satu penyebab sepeda Brompton mahal lantaran produksi dilakukan secara manual (hand made). Menurutnya, hasil dari produksi lebih presisi dan rapi.
Motor Bebek Ada yang Rp 9 Jutaan, Kenapa Sepeda Brompton Seharga Yamaha XMax? (260810)
Yamaha XMax di Yamaha Maxi Day Foto: Aditya Pratama Niagara/kumparanOTO
"Yang buat harganya mahal karena hand made. Materialnya juga bagus. Karena kebutuhan (permintaan) naik banyak. Dan Brompton fashion bike. Enggak liat harga, langsung sikat aja. Paling banyak dicari oranye dan hitam," katanya dalam perbincangan dengan kumparan.
ADVERTISEMENT
Masyarakat kota mulai mengenali gaya hidup baru dengan bersepeda lantaran kota-kota besar mulai padat dan macet.
Indonesia jadi salah satu pangsa pasar yang menjanjikan bagi Brompton. Adhi mengaku pangsa pasar Brompton di Indonesia sangat menjanjikan.
Dalam sebulan ia bisa menjual satu hingga tiga unit sepeda. Ia menjual dengan cara melakukan promosi melalui media sosial dan layanan pesan daring WhatsApp.
"Kemarin itu saya ada tiga buah sepeda, langsung habis. Gila-gilaan (pasarnya)," katanya.
Sementara itu, salah satu mekanik sepeda Brompton yang telah berpengalaman selama beberapa tahun, Anto, menjelaskan sepeda khas ini memiliki kesan prestise kepada pemiliknya.
“Orang-orang memilih sepeda ini karena memang ada prestise, mewah gitu,” sambungnya.
ADVERTISEMENT