Bisnis
·
21 November 2020 14:21

Neraca Dagang RI Untung, Transaksi Berjalan Bisa Surplus Lagi di Kuartal IV 2020

Konten ini diproduksi oleh kumparan
Neraca Dagang RI Untung, Transaksi Berjalan Bisa Surplus Lagi di Kuartal IV 2020 (661035)
Sejumlah kontainer terparkir di Terminal 3 Tanjung Priok, Jakarta, Senin (17/2). Foto: Jamal Ramadhan/kumparan
Transaksi berjalan Indonesia pertama kalinya mencatatkan surplus dalam hampir satu dekade. Di kuartal III 2020, transaksi berjalan surplus USD 1 miliar atau 0,36 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB).
ADVERTISEMENT
Ekonom Bank Permata Josua Pardede memproyeksi, surplus tersebut kemungkinan berlanjut hingga kuartal IV ini. Apalagi neraca perdagangan, sebagai salah satu komponen neraca pembayaran, mengalami surplus atau keuntungan yang tinggi sebesar USD 3,6 miliar di Oktober 2020.
“Kalau dilihat dari trennya, di kuartal IV masih asa potensi alami surplus kembali, mengingat data surplus perdagangan Oktober cukup tinggi USD 3,6 miliar dan neraca nonmigas surplus tertinggi sejak 2008, ujar Josua dalam keterangannya, Sabtu (21/11).
Meski demikian, indeks manufaktur yang masih mencatatkan kontraksi menjadi faktor penahan surplus transaksi berjalan. Josua memperkirakan, surplus transaksi berjalan di kuartal IV masih sekitar 0,3 persen dari PDB.
“Potensi surplus range-nya kecil, 0,3 persen atau kalau defisit 0,3 persen, jadi tidak jauh jauh dari situ,” katanya.
Neraca Dagang RI Untung, Transaksi Berjalan Bisa Surplus Lagi di Kuartal IV 2020 (661036)
Vice President Economist Permatabank Josua Pardede. Foto: Selfy Sandra Momongan/kumparan
Berdasarkan laporan Bank Indonesia, surplus transaksi berjalan kuartal III 2020 ditopang oleh surplus neraca barang, seiring dengan perbaikan kinerja ekspor di tengah masih tertahannya kegiatan impor. Hal ini sejalan dengan permintaan domestik yang belum kuat.
ADVERTISEMENT
Sementara itu, defisit neraca jasa meningkat dipengaruhi oleh peningkatan defisit jasa perjalanan karena kunjungan wisatawan mancanegara yang masih rendah akibat pandemi COVID-19.
Sedangkan defisit neraca pendapatan primer meningkat, terutama didorong oleh pembayaran imbal hasil atas investasi langsung yang meningkat.
Di sisi lain, transaksi modal dan finansial kembali mencatat surplus sebesar USD 1,0 miliar di kuartal III, mengalami penurunan dibandingkan kuartal sebelumnya yang surplus sebesar USD 10,6 miliar.
Secara keseluruhan, Neraca Pembayaran Indonesia (NPI) surplus sebesar USD 2,1 miliar pada kuartal III 2020, melanjutkan capaian surplus USD 9,2 miliar pada kuartal sebelumnya.