kumparan
29 Juli 2018 14:01

OJK : Revisi Aturan Listing Fee Emiten Belum Bisa Dilakukan

OJK
Kantor Otoritas Jasa Keuangan. (Foto: Dok. Otoritas Jasa Keuangan)
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memastikan belum bisa merevisi aturan listing fee bagi para emiten. Aturan mengenai listing fee ini tercantum dalam Peraturan Pemerintah Nomor 14 Tahun 2014 tentang Pungutan oleh OJK
ADVERTISEMENT
Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal OJK, Hoesen, mengatakan revisi aturan tersebut belum bisa dilakukan lantaran OJK masih memerlukan biaya untuk pengembangan pasar modal.
"Saya sudah sampaikan masih belum (ada keputusan). Kami memang OJK butuh biaya untuk pengembangan pasar dan pengawasan," kata Hoesen singkat di Gedung BI, Thamrin, Jakarta Pusat, Minggu (29/7).
Sebelumnya, Asosiasi Emiten Indonesia (AEI) mengusulkan Bursa Efek Indonesia (BEI) merevisi aturan listing fee bagi para emiten. AEI merasa aturan tersebut cukup memberatkan bagi mereka. .
Adapun aturan listing fee ini diatur dalam Perubahan Peraturan Nomor I-A tentang Pencatatan Saham dan Efek Bersifat Ekuitas Selain Saham yang diterbitkan oleh Perusahaan Tercatat Nomor Kep-00001/BEI/01-2014.
Ketentuan listing fee ini sudah berlaku sejak 30 Januari 2014. Nantinya, biaya pencatatan dikategorikan berdasarkan papan pencatatan emiten.
ADVERTISEMENT
Emiten yang tercatat pada papan utama ditetapkan biaya Rp 1 juta untuk setiap kelipatan Rp 1 miliar dari nilai kapitalisasi saham. Adapun minimal biaya pencatatan sebesar Rp 25 juta dan maksimal Rp 250 juta.
Sementara untuk emiten yang tercatat pada papan pengembangan akan dipungut biaya Rp 1 juta untuk setiap kelipatan Rp 1 miliar dari nilai kapitalisasi saham. Adapun minimal biaya pencatatan sebesar Rp 25 juta dan maksimal Rp150 juta.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan