Ojol Curhat Susah Dapat Keringanan Cicilan Motor, Ini Jawaban Bank dan OJK

9 April 2020 6:32 WIB
comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Suasana saat Pemerintah Provinsi Jawa Tengah bagikan 1000 nasi kotak untuk driver ojek online. Foto: Dok. Pemprov Jawa Tengah
zoom-in-whitePerbesar
Suasana saat Pemerintah Provinsi Jawa Tengah bagikan 1000 nasi kotak untuk driver ojek online. Foto: Dok. Pemprov Jawa Tengah
ADVERTISEMENT
Regulator keuangan memutuskan nasabah kredit kendaraan bermotor yang terdampak virus corona, bisa mendapatkan keringanan pembayaran cicilan.
ADVERTISEMENT
Keringanan tersebut bisa diperoleh jika debitur memenuhi kondisi tertentu, salah satunya tidak menunggak cicilan hingga bulan Maret 2020.
Sayangnya, syarat tersebut dirasa memberatkan para driver ojol. Sebab penurunan penghasilan sudah dialami sejak Maret. Menanggapi hal tersebut, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengatakan semua persyaratan ditentukan masing-masing bank.
"Mekanisme penerapan ditentukan kebijakan masing-masing bank, baik bentuk restrukturisasi dan jangka waktu," ungkap Jubir OJK Sekar Putih Djarot kepada kumparan, Kamis (9/4).
Menurut Sekar, persyaratan tersebut akan diberikan tergantung pada penilaian terhadap profil dan kapasitas membayar dari masing-masing debitur.
Terpisah, Executive Vice President Divisi Sekretariat dan Komunikasi Perusahaan BCA, Hera F. Haryn, memastikan BCA memberikan keringanan atau restrukturisasi dalam beberapa bentuk yang disesuaikan kondisi atau usaha debitur.
ADVERTISEMENT
Menurut Hera, pihaknya terus berkoordinasi dan berkomunikasi dengan para debitur untuk mendapatkan informasi detail dan mencapai kesepakatan bersama.
Sayangnya, Hera enggan menjelaskan secara detail soal persyaratan yang harus dipenuhi oleh para debitur agar mendapatkan keringanan kredit.
"Hingga kini, kami belum dapat menyampaikan secara detail karena komunikasi dan koordinasi sedang berlangsung. Kami berharap proses ini dapat berjalan dengan baik," ujarnya.
Corporate Secretary Bank Mandiri, Rully Setiawan, juga memastikan Bank Mandiri mendukung kebijakan memberikan keringanan kredit bagi debitur yang terdampak Covid-19.
Sayangnya Rully juga enggan merinci persyaratan yang diajukan pihak perseroan. Menurut Rully, kebijakan tersebut ada pada anak perusahaan yang langsung menangani soal kredit kendaraan.
"Ada relaksasi, tapi karena kami untuk kendaraan bermotor melalui anak perusahaan kami Mandiri Tunas Finance dan Mandiri Utama Finance, yang berhak menjawab dari mereka," ujarnya.
ADVERTISEMENT
Sebelumnya, Presiden Joko Widodo telah menjanjikan kelonggaran atau relaksasi kredit kepada pelaku usaha mikro dan kecil yang penghasilannya terdampak wabah Covid-19.
Termasuk di dalamnya keringanan untuk membayar cicilan kendaraan bermotor. Relaksasi atau kelonggaran kredit ini diatur dalam POJK No. 11/POJK.03/2020 yang berlaku sejak 16 Maret 2020 hingga 31 Maret 2021.
***
kumparanDerma membuka campaign crowdfunding untuk bantu pencegahan penyebaran corona virus. Yuk, bantu donasi sekarang!