Kumparan Logo

Ombudsman Minta Penjelasan PLN Terkait Tagihan Listrik Naik di Rumah Kosong

kumparanBISNISverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi gardu listrik PLN. Foto: Nugroho Sejati/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi gardu listrik PLN. Foto: Nugroho Sejati/kumparan

Ombudsman menyoroti layanan tagihan listrik PLN di rumah kosong dan pertokoan yang naik padahal tidak beroperasi.

Anggota Ombudsman RI La Ode Ida mengatakan, PLN harus menjelaskan kasus spesifik tersebut kepada masyarakat.

“Tetapi kasus yang tidak bisa dijelaskan PLN adalah ada rumah tertentu yang kosong jumlah seberapa banyak belum ada data. Rumah kosong bayarannya naik, toko yang tidak beroperasi secara normal tagihan meningkat, ini spesifik belum bisa dijelaskan secara baik oleh PLN,” urainya saat mengadakan posko virtual, Kamis (18/6).

La Ode melanjutkan, jika memang terjadi masalah pada meteran listrik, PLN harus segera memperbaiki. Ia mengatakan, ada 14 juta meteran listrik milik masyarakat telah kedaluwarsa.

“Ternyata ditemukan bahwa ketepatan tagihan tidak terjadi secara umum karena peralatan meteran yang sudah kedaluwarsa itu berkisar 14 juta pelanggan,” imbuhnya.

Seorang petugas PT PLN (Persero) melakukan pemasangan trafo baru di Jalan Putri Dara Hitam, Pontianak, Kalimantan Barat, Kamis (28/5). Foto: ANTARA FOTO/Jessica Helena Wuysang

Sebelumnya, PLN mencatat sebanyak 15 juta meteran pelanggan sudah tua. Meteran ini harus ditera ulang agar tingkat akurasi penggunaan kWh pelanggan mencapai 100 persen alias tak ada kesalahan.

Direktur Utama PLN Zulkifli Zaini mengatakan, ada 15 juta pelanggan yang meterannya sudah tua dan harus ditera ulang. Dari jumlah tersebut, 7,7 juta meteran sudah diganti. Jutaan meteran ini berusia di atas 15 tahun yang berdasarkan Peraturan Kementerian Perdagangan Nomor 70 2014, harus dilakukan tera ulang.

"Sisanya, 8,3 juta meter sedang dalam proses," kata dia dalam Rapat Dengar Pendapat Komisi VII DPR RI, Jakarta, Rabu (17/6).

Mengutip data pertumbuhan meter kWh yang dipaparkan Zulkifli dalam rapat ini, pada 2019 ada 75,7 juta meter kWh, sebanyak 14,3 juta belum dilakukan tera ulang. Sedangkan pada 2020, ada 80 juta meter kWh, sebanyak 15,6 juta belum tera ulang.

Simak panduan lengkap corona di Pusat Informasi Corona.

*****

kumparanDerma membuka campaign crowdfunding untuk bantu pencegahan penyebaran corona virus. Yuk, bantu donasi sekarang!