Bisnis
ยท
30 Desember 2020 11:27

Pabrik Pembuatan Baterai Listrik RI Ditarget Mulai Dibangun di Awal 2021

Konten ini diproduksi oleh kumparan
Pabrik Pembuatan Baterai Listrik RI Ditarget Mulai Dibangun di Awal 2021 (5085)
Kepala BKPM Bahlil Lahadalia meluncurkan Command Center atau Pusat Komando Operasi dan Pengawalan Investasi (KOPI) di kantor BKPM, Jakarta, Senin (23/3). Foto: Dok. BKPM
Pembangunan pabrik baterai listrik untuk kendaraan masa depan siap dimulai. Kepala Badan Koordinator Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia mengatakan, groundbreaking pabrik ini ditarget dilakukan pada semester I 2021.
ADVERTISEMENT
Pembangunan pabrik baterai ini merupakan proyek besar pemerintah bersama BUMN dalam melakukan hilirisasi bijih mentah nikel menjadi baterai untuk kendaraan listrik.
Indonesia menggandeng Korea Selatan dalam proyek hulu hingga hilir dari proyek ini. Untuk pelaksanaanya, dilakukan konsorsium sejumlah BUMN dengan LG Group yang Nota Kesepahaman telah diteken dengan LG Energy Solution di Seoul, Korea pada Jumat (18/12) lalu.
"Jadi setelah Januari (2021), sudah tanda tangan HoA (Head of Agreement) dengan BUMN dan rencana Februari sudah action tahap pertama. Kemungkinan besar groundbreaking di semester I 2021, insya allah bangun pabrik," kata Bahlil dalam konferensi pers virtual melalui BKPM TV, Rabu (30/12).
Proyek ini membutuhkan biaya USD 9,8 miliar atau sekitar Rp 142 triliun yang menurutnya merupakan investasi terbesar sejak pasca-reformasi '98. Proyek ini akan dilakukan dari hulu ke hilir yang akan dilakukan oleh konsorsium BUMN dalam Indonesia Holding Battery bersama dengan LG Group yang juga menggaet sejumlah perusahaan seperti Hyundai.
Pabrik Pembuatan Baterai Listrik RI Ditarget Mulai Dibangun di Awal 2021 (5086)
Hyundai Kona listrik. Foto: dok. Hyundai
BUMN yang berkongsi dalam Indonesia Holding Battery adalah MIND ID sebagai induk holding BUMN tambang, PT Aneka Tambang Tbk (Persero) atau ANTAM, PT PLN (Persero), dan PT Pertamina (Persero). Sedangkan perusahaan asingnya adalah LG Chem dan pabrikan China yaitu Contemporary Amperex Technology Co. Limited (CATL).
ADVERTISEMENT
"Ada dua lokasi pabriknya. Di hulu itu di Maluku Utara yang akan dikerjakan Antam karena dia yang punya Izin Usaha Pertambangannya. Di hilirnya akan dilakukan di Batang. Di sanalah nanti terjadi perpaduan bisnis dengan investor asing," ujar Bahlil.
Bahlil mengatakan, untuk pabrik hilir mulai dari industri prekursor hingga katoda yang sebagian akan dibangun di Batang, berlokasi di Kawasan Industri Terpadu (KIT) Batang, Jawa Tengah.
Kawasan industri ini sebelumnya sudah pernah ditinjau Presiden Jokowi pada akhir Juni lalu. Kawasan industri seluas 4.300 ha ini merupakan percontohan kerja sama pemerintah dan BUMN dalam menyediakan lahan yang kompetitif dari sisi harga, konektivitas, dan tenaga kerja.
Ambisi Indonesia mengejar proyek hilirisasi baterai untuk kendaraan listrik ini karena banyak negara sudah mulai memproduksi mobil listrik yang ramah lingkungan dibandingkan mobil dengan bahan bakar minyak.
ADVERTISEMENT
LG Group menurutnya punya kemampuan teknologi hingga pemasaran, sedangkan Indonesia memiliki sumber daya utama untuk membuat baterai listrik yaitu tambang nikel terbesar dunia.

sosmed-whatsapp-whitesosmed-facebook-whitesosmed-twitter-whitesosmed-line-white