Pabrik Pupuk Iskandar Muda di Aceh Terdampak Banjir, Produksi Setop Sementara
4 Desember 2025 16:06 WIB
·
waktu baca 2 menit
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
Sekretaris Perusahaan Pupuk Indonesia, Yehezkiel Adiperwira, mengatakan penghentian operasional pabrik ini diiringi dengan upaya PIM memastikan pemulihan keselamatan dan kesehatan karyawan dan keluarganya. Selain itu, PIM juga harus memulihkan seluruh fasilitas produksi usai bencana.
“Wilayah operasi pabrik PT PIM di Lhokseumawe turut terdampak banjir sehingga perusahaan mengambil langkah preventif menghentikan sementara aktivitas produksi untuk memastikan keselamatan karyawan dan keluarga tetap terjaga,” ujar Yehezkiel kepada kumparan, Kamis (4/12).
Yehezkiel mengatakan Pupuk Indonesia saat ini terus memantau kondisi operasional pabrik PIM dan berkoordinasi dengan BNPB, serta instansi terkait.
Meski begitu, Yehezkiel memastikan pasokan pupuk untuk wilayah Sumatera Bagian Utara (Sumbagut) tetap aman. Ia mengatakan petani di wilayah Sumbagut masih tetap akan menerima pasokan pupuk dengan stok yang tersedia untuk 3 pekan ke depan.
“Pupuk Indonesia juga memastikan ketersediaan pupuk bagi petani di gudang-gudang penyangga dan kios-kios di Sumatera Bagian Utara tetap terjaga untuk pemenuhan kebutuhan dalam 3 minggu ke depan,” kata Yehezkiel.
ADVERTISEMENT
Ketersediaan itu diperkuat dukungan suplai dari fasilitas produksi anggota holding lainnya, yakni Pupuk Sriwidjaja Palembang (PSP), Petrokimia Gresik (PKG), dan Pupuk Kaltim (PKT). Namun dari sisi distribusi ada sedikit kendala akses jalan akibat banjir.
“Distribusi pupuk masih lancar, meskipun ada sedikit kendala akses jalan, karena supply stok pupuk di gudang penyangga di Aceh, Sumbar dan Sumut ketika pabrik PIM harus berhenti operasi masih di-support dari anggota holding pupuk yang lain,” tutur Yehezkiel.
