Bisnis
·
20 September 2020 16:39

Pajaknya Minta Dibebaskan, Berapa Jadinya Harga Mobil Baru di Indonesia?

Konten ini diproduksi oleh kumparan
Pajaknya Minta Dibebaskan, Berapa Jadinya Harga Mobil Baru di Indonesia? (30993)
Menteri Keuangan Sri Mulyani berada di balik kemudi mobil listrik Toyota Prius Plug-In Hybrid Electric Vehicle (PHEV) saat mengunjungi booth Toyota yang hadir di GIIAS 2019 di BSD City, Tangerang, Banten, Rabu (24/07). Foto: ANTARA FOTO/Muhammad Iqbal
Menteri Perindustrian atau Menperin, Agus Gumiwang Kartasasmita, meminta Kementerian Keuangan membebaskan pajak mobil baru atau memberlakukan pajak 0 persen. Hal ini dimaksudkan untuk mendongkrak produksi dan penjualan otomotif, khususnya di masa pandemi.
ADVERTISEMENT
“Kami sudah mengusulkan kepada Menteri Keuangan untuk relaksasi pajak mobil baru 0 persen sampai bulan Desember 2020,” kata Agus lewat keterangan resmi, Senin (14/9).
Pengamat otomotif yang juga dosen Institut Teknologi Bandung (ITB), Yannes Martinus Pasaribu, mendukung usulan tersebut. Karena menurutnya, dengan relaksasi pajak mobil baru bisa meningkatkan daya beli masyarakat. Jika daya beli meningkat, otomatis akan mendorong produksi kendaraan bermotor.
"Paket yang harus dijalankan pemerintah bukan sekadar memacu industri otomotif untuk kembali berproduksi. Di sisi lain, pemerintah juga perlu melaksanakan strategi yang jitu untuk meningkatkan daya beli masyarakat yang saat ini semakin berpotensi menuju ke titik nadirnya," kata Yannes seperti dilansir Antara, Minggu (20/9).
Pajaknya Minta Dibebaskan, Berapa Jadinya Harga Mobil Baru di Indonesia? (30994)
Ilustrasi pajak kendaraan bermotor. Foto: Bagas Putra Riyadhana
Menurutnya, sebagian dari harga mobil baru yang dibayarkan konsumen, merupakan pajak yang masuk kas pemerintah pusat. Seperti Pajak Pertambahan Nilai (PPN) sebesar 10 persen. Juga Pajak Penjualan Barang Mewah (PPnBM) berkisar antara 10 hingga 125 persen, bergantung dari jenis mobilnya.
ADVERTISEMENT
Selain itu ada juga pajak yang masuk kas pemerintah daerah, seperti Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB) berkisar 10 hingga 12,5 persen. Lalu Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) sebesar 2,5 persen.
Ketua I Gaikindo (Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia), Jongkie Sugiarto, menyatakan pihaknya juga telah mengusulkan agar pemerintah memberikan stimulus atau insentif yang tetap sasaran. Yakni yang langsung berdampak pada penurunan harga mobil.
"Untuk antisipasi hal tesebut, maka Gaikindo mengusulkan agar ada stimulus yang langsung mengena kepada harga mobil baru dengan memberikan potongan pajak-pajak, seperti PPN, PpnBM, BBN KB dan juga PKB," kata dia.
Pajaknya Minta Dibebaskan, Berapa Jadinya Harga Mobil Baru di Indonesia? (30995)
Hari pertama pembukaan GIIAS 2017. Foto: Aditia Noviansyah/kumparan
Menurutnya, kalau pajak-pajak mobil baru itu jadi 0 persen, akan menekan harga mobil sekitar setengahnya dari saat ini. Hal ini sejalan dengan hitungan Yannes. Menurutnya total biaya langsung yang berhubungan dengan kendaraan yang dijual ada di kisaran 60 persen.
ADVERTISEMENT
Itu sudah termasuk margin untuk produsen dan penjual. Sehingga kalau pajaknya dihapuskan, akan menghilangkan 40-an persen dari komponen harga jual mobil baru yang selama ini ditanggung konsumen.