Pandemi Reda Bikin Australia Krisis Hunian Sewa, Mahasiswa RI Bisa Kena Dampak

25 April 2022 11:26
·
waktu baca 3 menit
sosmed-whatsapp-whitecopy-link-circlemore-vertical
Pandemi Reda Bikin Australia Krisis Hunian Sewa, Mahasiswa RI Bisa Kena Dampak (7747)
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi mahasiswa di salah satu perguruan tinggi di Sydney, Australia. Foto: Dok. University of Technology Sydney
ADVERTISEMENT
Kebijakan pembukaan kunjungan internasional ke Australia usai pandemi mereda, ternyata memicu persoalan baru yakni kesulitan warga mendapatkan hunian sewa. Harga sewa properti khususnya unit-unit hunian, mencatatkan rekor kenaikan tahunan tertinggi terhitung sejak 2014.
ADVERTISEMENT
Hal tersebut dipicu kenaikan kunjungan internasional ke kota-kota utama di Australia seperti Sydney dan Melbourne. Di antara kenaikan kunjungan internasional tersebut, adalah untuk tujuan pendidikan. Mahasiswa asal Indonesia di Australia, termasuk yang cukup banyak. Ada di peringkat keenam terbanyak setelah China, India, Nepal, Vietnam, dan Malaysia.
Kepala Bidang Penelitian dan Ekonomi 'Domain', Dr. Nicola Powell, mengatakan krisis hunian sewa bisa menyulitkan para siswa dari luar negeri yang sudah kembali ke kota-kota besar di Australia seperti Sydney dan Melbourne.
“Permintaan sewa akan terus meningkat tajam pasca-pembukaan kembali secara penuh perbatasan internasional bagi para turis pemegang visa dan telah divaksinasi dua kali setelah dua tahun penutupan,” kata Powell, Senin (25/4).
Pandemi Reda Bikin Australia Krisis Hunian Sewa, Mahasiswa RI Bisa Kena Dampak (7748)
zoom-in-whitePerbesar
Apartemen Waterfall, salah satu unit hunian di Sydney Australia yang dibangun Crown Group. Foto: Dok. Crown Group
Krisis hunian sewa ini diindikasikan dari tingkat kekosongan hunian yang sangat rendah yakni di angka 1,4 persen. Padahal indikator yang dikenal sebagai vacancy rate tersebut normalnya di angka 3 persen. Artinya di kota-kota seperti Sydney dan Melbourne, dari total hunian sewa yang tersedia hanya 1,4 persen yang kosong.
ADVERTISEMENT
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Hal itu seperti didefinisikan SQM Research, ditandai dengan properti sewaan yang diiklankan lebih dari 3 minggu dan belum juga laku. Akibat rendahnya angka tersebut, melonjakkan harga sewa properti. Menurut data Domain, harga sewa naik 30 dolar Australia (AUD) jadi rata-rata AUD 500. Angka itu naik 6,4 persen jadi yang tertinggi dalam 8 tahun terakhir.
“Pasar hunian sewa di Sydney terutama di pusat kota telah mengalami pemulihan yang cepat setelah mengalami penurunan permintaan di awal pandemi,” ujar Powell.
Pandemi Reda Bikin Australia Krisis Hunian Sewa, Mahasiswa RI Bisa Kena Dampak (7749)
zoom-in-whitePerbesar
Sejumlah calon konsumen sedang melihat-lihat maket bangunan proyek Mastery milik perusahaan properti Crown Group di Sydney, Australia. Foto: Wendiyanto/kumparan
Menanggapi krisis hunian sewa di Sydney, Direktur Penjualan dan Pemasaran Crown Group Indonesia, Tyas Sudaryomo, mengungkapkan bahwa krisis tersebut sudah bisa diprediksi sebelumnya. Hal ini karena banyaknya pembangunan hunian baru, terutama apartemen yang terhambat selama 2 tahun akibat pandemi.
ADVERTISEMENT
“Tentu saja ini adalah situasi yang sangat positif bagi para pemilik unit properti. Sebagai contoh nyata, saat ini tingginya jumlah permintaan sewa tidak sebanding dengan unit yang siap disewakan di Waterfall by Crown Group sehingga kami juga kesulitan untuk bisa memenuhi setiap permintaan yang muncul,” ujar Tyas.
Dia pun menyarankan keluarga Indonesia yang berencana menyekolahkan anaknya ke Australia, untuk investasi dengan membeli properti dibandingkan menyewa hanya untuk beberapa tahun. “Apabila dikalkulasikan masih jauh lebih menguntungkan membeli properti berdasarkan hitungan kenaikan rata-rata 7 persen– 8 persen per tahun, dibandingkan sewa per bulan yang mencapai Rp 20 juta.”
Mengutip data KBRI Australia, per 28 Juni 2021 tercatat sebanyak 12.645 mahasiswa Indonesia studi di Australia. Dari jumlah itu, tercatat sepertiganya atau sekitar 3.905 mahasiswa masih berada di Indonesia. “Saat mereka kembali ke Australia, tentu kebutuhan hunian sewa melonjak,” imbuhnya.
ADVERTISEMENT