kumparan
18 Maret 2019 15:10

Pariwisata Ditargetkan Sumbang Devisa Rp 250 Triliun di 2019

Sejumlah wisatawan melintasi area Golden Spider atau Laba-Laba Emas di kawasan Taman WIsata Candi (TWC) Borobudur, Jawa Tengah, Minggu (23/12/2018). Foto: ANTARA FOTO/Anis Efizudin
Bank Indonesia (BI) bersama pemerintah menargetkan sepanjang tahun 2019 mampu mengumpulkan devisa sebesar USD 17,6 miliar atau setara Rp 250,39 triliun (USD 1 = Rp 14.227) dari sektor pariwisata. Angka tersebut lebih tinggi jika dibandingkan dengan pencapaian devisa tahun lalu sebesar USD 16 miliar.
ADVERTISEMENT
Gubernur BI Perry Warjiyo mengatakan, pihaknya juga menargetkan mampu mendatangkan sebanyak 20 juta wisatawan mancanegara (wisman). Target ini jauh di atas pencapaian tahun lalu yang hanya sebesar 16 juta wisatawan mancanegara.
"Target 20 juta kunjungan wisman. Devisanya sekitar USD 17,6 miliar," ungkap Perry di Gedung Bank Indonesia, Jakarta, Senin (18/3).
Menurut Perry, BI dan pemerintah sudah menyiapkan beberapa langkah strategis agar target-target di sektor pariwisata tersebut bisa dicapai. Di antaranya dengan mempercepat proses pembangunan infrastruktur seperti bandara agar lebih banyak turis yang bisa berkunjung.
Hadir pada kesempatan yang sama Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman, Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan pihaknya optimistis target-target tersebut bisa dicapai.
Luhut Binsar Pandjaitan (Tengah). Foto: ANTARA FOTO/Didik Suhartono
Luhut memberikan contoh misalnya, jika nantinya New Yogyakarta Internasional Airport resmi beroperasi maka jumlah wisatawan ke Candi Borobudur dipastikan akan meningkat 100 persen. Sepanjang 2018, jumlah turis yang berkunjung ke Candi Borobudur tercatat sebanyak 1 juta orang. Dengan adanya bandara baru di Yogyakarta, Luhut optimistis jumlah turis ke Candi Borobudur bisa mencapai 2 juta orang.
ADVERTISEMENT
Selain dengan membangun infrastruktur fisik, Luhut juga menjelaskan bahwa pemerintah akan secara intensif melakukan promosi pariwisata, khususnya melalui platform digital.
"Kita percaya ada di-track yang benar, digitalisasi promosi turis seperti IMF. Digitalisasi akan kita tingkatkan, target 20 juta bukan mustahil, angka konservatif. (Devisa) USD 17,6 miliar saya kira optimistis. Ekonomi bagus, pariwisata bagus, tidak ada yang perlu dikhawatirkan," ungkap Luhut.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan