Bisnis
·
15 Oktober 2020 18:01

PBB Ingatkan Pentingnya Dongkrak Jaring Pengaman Sosial untuk Pulihkan Ekonomi

Konten ini diproduksi oleh kumparan
PBB Ingatkan Pentingnya Dongkrak Jaring Pengaman Sosial untuk Pulihkan Ekonomi (87007)
Foto udara pemukiman di kawasan Jalan Sudirman, Jakarta, Minggu (11/10). Foto: Galih Pradipta/ANTARA FOTO
Komisi Ekonomi dan Sosial PBB untuk Asia Pasifik atau UNESCAP, mengimbau negara-negara di kawasan Asia Pasifik memperkuat jaring pengaman sosial di tengah masih merebaknya pandemi COVID-19.
ADVERTISEMENT
Imbauan tersebut disampaikan Sekretaris Eksekutif UNESCAP, Armida Alisjahbana, dalam acara peluncuran secara virtual laporan UNESCAP tentang perlindungan sosial di Kawasan Asia Pasifik, Kamis (15/10).
Laporan yang mereka rilis menunjukkan hampir setengah dari populasi penduduk di kawasan Asia Pasifik, tidak terlindungi oleh jaring pengaman sosial.
Banyak negara tak memiliki cakupan perlindungan yang komprehensif dan mampu menjangkau semua masyarakat yang membutuhkan saat pandemi Covid-19.
Saat ini, kata Armida, sebagian besar negara hanya mengalokasikan kurang dari 2 persen dari PDB untuk jaring pengaman sosial. Padahal menurutnya, pemulihan ekonomi akan sangat bergantung pada baiknya perlindungan sosial tersebut.
"Perlindungan sosial yang dikelola dengan baik, membuat kita telah jauh lebih siap untuk melindungi kelompok populasi paling rentan yang tidak terduga dan menstabilkan ekonomi," ujar Armida dalam acara peluncuran laporan UNESCAP, Kamis (15/10).
PBB Ingatkan Pentingnya Dongkrak Jaring Pengaman Sosial untuk Pulihkan Ekonomi (87008)
Markas Besar PBB (Perserikatan Bangsa-Bangsa) di New York. Foto: Wikimedia
Jaring pengaman sosial itu, kata Armida, mesti menyasar kelompok yang rentan terdampak pandemi seperti pengangguran dan pekerja informal. Selain itu, negara juga harus menjamin perlindungan untuk kelompok disabilitas, lansia, hingga perempuan dan anak-anak.
ADVERTISEMENT
Berbagai negara di dunia sudah mulai melakukan langkah penguatan jaring pengaman ini. Atas dasar itu, dia mengajak negara di kawasan Asia Pasifik bisa bekerja sama untuk mendukung langkah tersebut.
"Hari ini kita berbagi tentang COVID-19 dan pentingnya perlindungan sosial dari pandemi COVID-19. Banyak negara telah memperkuat skema perlindungan sosial yang ada dan terkadang memperkenalkan tindakan baru dan tindakan pada saat krisis," ujarnya.
"Kami juga berharap untuk melihat adopsi rencana aksi untuk memperkuat kerja sama dalam perlindungan sosial ini," ujarnya.