Bisnis
·
13 Juli 2020 16:27

Pelaku UMKM Keluhkan Minimnya Sosialisasi soal Perpajakan

Konten ini diproduksi oleh kumparan
Pelaku UMKM Keluhkan Minimnya Sosialisasi soal Perpajakan  (9298)
Ilustrasi Pajak Foto: Shutterstock
Pelaku UMKM masih belum banyak yang bisa menikmati insentif perpajakan dari pemerintah. Ola Harika, salah satu pelaku UMKM yang juga pendiri LittleThoughts Planner mengaku belum mengajukan insentif perpajakan karena fokusnya saat ini berusaha agar bisa terus berjualan.
ADVERTISEMENT
Selain itu, Ola mengatakan selama ini sosialisasi yang dilakukan pemerintah khususnya Ditjen Pajak belum maksimal. Sehingga ia merasa banyak UMKM kurang memahami soal perpajakan termasuk insentif yang diberikan.
“Saya home industri, saya punya NPWP pribadi. Jadi setelah mendengar kata pajak itu seperti terdakwa karena kita (ditanya) informasi mengenai pajak, terus kita harus setor, terus apa yang harus kita lakukan itu memang sangat minim sekali (sosialisasi),” kata Ola saat webinar yang digelar Katadata, Senin (14/7).
Pelaku UMKM Keluhkan Minimnya Sosialisasi soal Perpajakan  (9299)
Ilustrasi pajak Foto: Thinkstock
Ola mengungkapkan baru mengetahui adanya pembebasan pajak UMKM. Ia berencana segera mengurus persyaratannya sehingga bisa memanfaatkan fasilitas tersebut.
Meski begitu, Ola mengharapkan pihak pemerintah terus menggencarkan sosialisasi agar semakin banyak pelaku UMKM yang menikmati keringanan pajak.
ADVERTISEMENT
“Jadi aku ingin dari pihak Dirjen Pajak untuk memberikan penyuluhan dengan cara merangkul karena misalnya kadang-kadang orang pajak tuh artiannya wah galak nih, nanti kita langsung harus bayar segini gitu,” ujar Ola.
Pelaku UMKM Keluhkan Minimnya Sosialisasi soal Perpajakan  (9300)
Direktur Jenderal Pajak, Suryo Utomo, saat ngobrol santai bersama wartawan di Kantor Dirjen Pajak, Jakarta, Selasa (11/2). Foto: Fanny Kusumawardhani/kumparan
Mengetahui adanya keluhan tersebut, Dirjen Pajak Suryo Utomo berjanji bakal segera menindaklanjutinya. Ia mengaku selama ini sosialisasi perpajakan terus dilakukan. Sehingga harus dilihat lagi apa yang kurang.
Suryo berharap masyarakat tidak takut mendengar kata pajak atau saat mengetahui ada petugas pajak. Apalagi, kata Suryo, pajak yang dibayarkan masyarakat sangat penting untuk pembangunan negara.
“Jadi jangan takut. Nah saya sepakat bagaimana kita untuk berinteraksi dengan wajib pajak. Temen-temen saya di lapangan pun arah ceritanya sekarang bagaimana merangkul, membahasakan, menceritakan pajak ini ke masyarakat,” ungkap Suryo.
ADVERTISEMENT