Pembangunan 100 Gudang Bulog Dikerjakan BUMN Karya

11 November 2025 11:15 WIB
·
waktu baca 2 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Pembangunan 100 Gudang Bulog Dikerjakan BUMN Karya
Pemerintah berencana membangun 100 gudang baru milik Perum Bulog pada 2026.
kumparanBISNIS
Penandatanganan SKB terkait pembangunan 100 Gudang Perum Bulog, di kantor Kemenko Pangan, Jakarta, Selasa (11/11/2025). Foto: Muhammad Fhandra Hardiyon/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Penandatanganan SKB terkait pembangunan 100 Gudang Perum Bulog, di kantor Kemenko Pangan, Jakarta, Selasa (11/11/2025). Foto: Muhammad Fhandra Hardiyon/kumparan
ADVERTISEMENT
Pemerintah bakal membangun 100 gudang baru milik Perum Bulog pada 2026. Pembangunan yang akan dikerjakan oleh BUMN karya ini ditarget rampung dalam waktu setahun, menyusul arahan Presiden Prabowo Subianto untuk memperkuat kapasitas penyimpanan pangan nasional melalui penerbitan Instruksi Presiden (Inpres).
ADVERTISEMENT
Menteri Koordinator (Menko) Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, menyebut ini upaya pemerintah memperkuat ketahanan pangan dan menjawab keluhan petani soal penyerapan gabah dan jagung.
"Nah, menurut Undang-Undang BUMN yang baru, setiap penugasan harus ada SKB. Syarat kedua Pak Mentan harus ada Inpres atau Perpres, nah ini sedang kita urus," jelas Menko yang akrab disapa Zulhas, di kantornya, Selasa (11/11).
Surat Keputusan Bersama (SKB) ini ditandatangani oleh Kepala BP BUMN Dony Oskaria, Sekretaris Jenderal Kementerian Keuangan Heru Pambudi, dan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman yang merangkap sebagai Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas), Direktur Utama Perum Bulog Rizal Ramdhani, disaksikan Menko Zulhas.
Direktur Utama Perum Bulog, Rizal Ramdhani, menyebut pembangunan 100 gudang tersebut akan diprioritaskan di daerah yang belum memiliki fasilitas penyimpanan, termasuk wilayah 3T (terdepan, terluar, dan terpencil).
ADVERTISEMENT
"100 gudang tersebut diprioritaskan sesuai dengan arahan beliau di kabupaten dan kota yang belum memiliki gudang. Karena untuk mengefisiensi gudang-gudang itu kalau lebih dekat kan lebih bagus, kosnya juga lebih murah," ujar Rizal kepada awak media.
Ia mencontohkan beberapa daerah yang akan menjadi prioritas, seperti Nias Selatan dan Morotai, yang kerap terkendala akses distribusi karena kondisi cuaca. Selain itu, sebagian gudang juga akan dilengkapi fasilitas pengolahan seperti Rice Milling Unit (RMU) dan dryer.
"Kalau yang wilayahnya punya sentra produksi pangan, itu dilengkapi dengan RMU, dryer, dan lain sebagainya," tambah Rizal.
Kapasitas setiap gudang akan bervariasi, mulai dari 1.000 ton hingga 7.000 ton, tergantung luas wilayah dan potensi lumbung pangan di daerah masing-masing.
ADVERTISEMENT
Bulog menargetkan pembangunan dimulai secepatnya pada 2026, menyesuaikan kondisi cuaca, dengan harapan seluruh gudang dapat selesai dalam waktu satu tahun. "Kita penginnya sih 100 itu setahun jadi," ujarnya.
Rizal melanjutkan, proyek ini bakal menggandeng perusahaan konstruksi pelat merah. "Karena kita dari BUMN pasti ya akan kita prioritaskan adalah teman-teman BUMN Karya akan mengerjakan," katanya.
Sebelumnya, Menteri Pertanian (Mentan) Amran Sulaiman memastikan dana pembangunan 100 unit gudang beras milik Perum Bulog akan ditanggung oleh Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
“Bulog akan membangun gudang, nilainya Rp 5 triliun, dan gudangnya 100 dengan lengkap penggilingan 100 unit. (Dibangun) 2026 Januari kita start. Kita percepat. (Pendanaan) APBN,” kata Amran di Kantor Kementan, Jakarta, Jumat (7/11/2025).
ADVERTISEMENT