kumparan
22 Jan 2019 15:15 WIB

Pemerintah Akan Angkat 50 Ribu Guru Honorer Jadi Pegawai Kontrak

Ilustrasi guru mengajar. (Foto: Shutterstock)
Pemerintah sudah memberikan peluang bagi pegawai honorer yang tak bisa ikut seleksi penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) 2018, untuk naik kelas jadi pegawai kontrak atau Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K). Untuk tahap pertama, pemerintah membuka 75 ribu P3K dimana 50 ribu dialokasikan untuk guru honorer.
ADVERTISEMENT
"150 ribu. Tahapan pertama 75 ribu, tahapan kedua 75 ribu. Untuk tahapan pertama guru 50 ribu," ungkap Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi, Syafruddin, saat ditemui di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (22/1).
Adapun seleksi P3K tahap pertama sudah digelar sejak Desember 2018 lalu sampai dengan sekarang. Sedangkan untuk tahap kedua akan digelar paling cepat akhir bulan April 2019 atau awal Mei 2019 mendatang. Syafruddin menyatakan prioritas utama seleksi P3K tahap pertama memang untuk guru honorer.
Seorang guru sedang mengajarkan muridnya. (Foto: http://kemdikbud.go.id/)
"Ya umumnya daerah, kalau guru honorer kan jarang ada di pusat," sebutnya.
Mengenai skema pendanaan P3K khusus untuk guru honorer, menurut Syafruddin akan menjadi tanggung jawab Pemerintah Daerah. Sedangkan bagi pegawai Kementerian/Lembaga menjadi tanggung jawab pemerintah pusat.
ADVERTISEMENT
"Bukan tenaga honorer aja, PNS juga Pemda. Memang ada skema anggaran. Kementerian/Lembaga itu dari Kementerian Keuangan. Kemudian gaji-gaji dari PNS itu yang di daerah di tingkat II tingkat I ya pemerintah daerah. Memang itu skemanya," jelasnya.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan