Pemerintah Bagi Rice Cooker Gratis: Dipertanyakan Ekonom, Diterima Emak-emak

4 Desember 2022 7:12
·
waktu baca 3 menit
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Ekonom INDEF Bhima Yudhistira. Foto: Jafrianto/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Ekonom INDEF Bhima Yudhistira. Foto: Jafrianto/kumparan
ADVERTISEMENT
Pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) bakal membagikan rice cooker gratis untuk 680 ribu keluarga penerima manfaat (KPM). Hal tersebut ternyata menimbulkan pro dan kontra.
ADVERTISEMENT
Mayoritas emak-emak memang menerima program pembagian rice cooker gratis tersebut. Namun, ekonom menilai program tersebut tidak akan efektif.
Program tersebut secara prinsip memang ditujukan untuk masyarakat tidak mampu atau lebih tepatnya pelanggan listrik rumah tangga bersubsidi dengan daya 450 dan 900 Volt Ampere (VA).

Ekonom Pertanyaan Manfaat Bagi-bagi Rice Cooker

Direktur Centre of Economic and Law Studies, Bhima Yudhistira, mempertanyakan manfaat dari pembagian rice cooker gratis untuk masyarakat Indonesia. Ia menilai pemerintah terkesan ingin menyelesaikan persoalan oversupply atau kelebihan kapasitas listrik lewat cara cara yang kurang tepat dan tidak signifikan.
"Yang jadi pertanyaan besar bagi bagi rice cooker ini apa manfaatnya?" ujar Bhima kepada kumparan, Sabtu (3/12).
Menurutnya, permasalahan yang ada di Tanah Air selama ini bukan dari sisi hilir pengguna. Hal ini tentunya akan kembali mengulang kegagalan rencana kompor induksi listrik.
ADVERTISEMENT
Bhima menilai transisi energi bisa dicapai apabila sumber listriknya dapat terlepas dari ketergantungan batu bara. Selama dominasi batu bara di pembangkit listrik masih terjadi, upaya mengurangi emisi di ujung konsumen tidak akan efektif.
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Untuk itu, ia meminta agar PLN berfokus pada pembangunan pembangkit energi baru terbarukan (EBT) yang masif. Selain itu juga, PLN harus membenahi kontrak jual beli listrik dan menghentikan total seluruh pembangunan pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) batu bara termasuk di kawasan industri.

Rice Cooker Gratis Diterima Emak-emak

Di sisi lain, Della, salah satu pengunjung yang sedang berbelanja di Pasar Slipi, mengaku ingin sekali mendapatkan rice cooker gratis dari pemerintah. Sebab, jika diminta membeli sendiri rice cooker, dirinya akan berpikir dua kali akibat kondisi perekonomian yang sedang tidak stabil saat ini.
Ilustrasi rice cooker Foto: Dok.Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi rice cooker Foto: Dok.Shutterstock
"Kalau saya dibagi ya mau, kalau disuruh beli ya nanti dulu lagi susah ekonominya," ujar Della kepada kumparan, Sabtu (3/12).
ADVERTISEMENT
Dia menuturkan di rumahnya tidak menggunakan rice cooker. Sebab, dirinya jarang masak dan hanya tinggal berdua bersama sang suami. "Terima kasih ya, senang dibagi," tambahnya.
Hal senada disampaikan Rita, pedagang bahan pokok di Pasar Slipi. Ia juga akan menerima pemberian pemerintah, karena secara kebetulan rice cooker miliknya sedang rusak. "Kalau dikasih ya Alhamdulilah," kata dia.
Sementara itu, pedagang bahan pokok lainnya yang ditemui kumparan, Surip Tiyah, mengungkapkan program ini turut membantu masyarakat yang tidak memiliki rice cooker untuk memenuhi kebutuhan sehari-harinya.
Dia menganggap penggunaan rice cooker sangat praktis dan efisien, karena tidak hanya digunakan untuk menanak nasi saja, melainkan dapat merebus air hingga masak sayur. Surip menilai penggunaan rice cooker tidak akan terlalu berpengaruh ke meteran listrik miliknya.
ADVERTISEMENT
Menurutnya, langkah itu tepat ketimbang pemakaian gas yang lebih runyam. Ia melihat bahwa pemerintah menaruh perhatian yang cukup dalam bagi masyarakat tidak mampu.
Baca Lainnya
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020