kumparan
6 November 2019 10:54

Pemerintah Klaim Sudah Kucurkan Rp 220 Triliun untuk Insentif Pajak

Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara, POTRAIT
Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara menjadi pembicara pada acara IBEX 2019 di Fairmont Hotel, Jakarta. Foto: Jamal Ramadhan/kumparan
Pemerintah mengklaim telah memberikan insentif pajak bagi pelaku usaha hingga Rp 220 triliun selama 2018. Angka ini setara dengan 1,5 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB).
ADVERTISEMENT
“Angka estimasi yang 2018, pemerintah memberikan insentif pajak sebesar hampir Rp 220 triliun. Ini comparable 1,5 persen dari PDB,” ujar Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara di acara Indonesia Banking Expo 2019 di Hotel Fairmont, Jakarta, Rabu (6/11).
Insentif pajak yang dikeluarkan tersebut meliputi pembebasan Pajak Penghasilan (PPh), Pajak Pertambahan Nilai (PPN), hingga pembebasan bea masuk atas impor barang tertentu.
Suahasil melanjutkan, insentif pajak yang diberikan pemerintah tersebut dapat mendorong rasio pajak terhadap PDB menjadi 12,5 persen di tahun ini. Adapun rasio pajak Indonesia sebesar 11,5 persen di 2018.
Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara
Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara menjadi pembicara pada acara IBEX 2019 di Fairmont Hotel, Jakarta. Foto: Jamal Ramadhan/kumparan
“Kalau tax to GDP ratio 11 persen sekarang, insentif 1,5 persen, sebetulnya ada potensi tax to GDP kita bisa 12,5 persen,” jelasnya.
ADVERTISEMENT
Suahasil mengakui, dengan memberikan sejumlah insentif pajak tersebut akan menggerus penerimaan negara. Namun hal ini bisa ditutupi dengan efisiensi belanja negara secara berkelanjutan dan menambah pembiayaan atau utang.
“Sekarang yang kami inginkan setiap kementerian dan lembaga bisa melakukan efisiensi, kalau bisa efisiensi tahun ini, tahun depan otomatis bisa melakukan lagi. Ini kita coba dan ini kita harapkan bisa membantu,” tambahnya.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan