kumparan
26 Oktober 2018 15:16

Pemerintah Siapkan Anggaran Rp 190 Miliar Kembangkan Kawasan Suramadu

Jembatan Suramadu
Jembatan Suramadu. (Foto: Wikimedia Commons)
Selain akan menggratiskan Jembatan Suramadu yang menghubungkan Surabaya dengan Madura, pemerintah pada tahun depan juga akan menggelontorkan anggaran untuk pengembangan kawasan Suramadu.
ADVERTISEMENT
Berdasarkan data Badan Pengembangan Wilayah Suramadu (BPWS), dana yang diperuntukkan bagi program percepatan pengembangan wilayah Suramadu yang dianggarkan dalam APBN 2019 sebesar Rp 190,93 miliar.
“Sesuai pagu alokasi anggaran BPWS 2019, anggaran untuk percepatan pengembangan wilayah Suramadu Rp 190,93 miliar,” ujar Deputi Perencanaan BPWS, Agus Wahyudi kepada kumparan, Jumat (26/10).
Rencananya, dana itu akan digunakan untuk menjalankan 4 program prioritas. Program pertama yakni untuk pengadaan lahan dan pembangunan infrastruktur di kawasan wisata pesisir sisi barat Kawasan Kaki Jembatan Suramadu (KKJSM).
Kemudian program kedua adalah pembangunan jalan pendekat menuju overpass KKJSM. Lalu program ketiga ialah pembangunan desain interior anjungan Madura sebanyak 4 unit, dan pusat informasi Madura di rest area.
Jembatan Suramadu
Jembatan Suramadu sisi Surabaya. (Foto: Wikimediacommons/Sakurai Midori)
Sementara untuk program terakhir yaitu pengadaan dan pemasangan lighting di Jembatan Suramadu. Menurut dia, pembangunan yang dilakukan di kawasan Suramadu itu untuk menghidupkan perekonomian Madura.
ADVERTISEMENT
“Pembangunan yang dilakukan ini untuk menarik minat masyarakat datang ke Madura, yang tentunya nanti berdampak ke perekonomian setempat,” paparnya.
Sebelumnya diberitakan, Kepala Biro Komunikasi Publik Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Endra S Atmawidjaja menjelaskan, kebijakan penggratisan Jembatan Suramadu bertujuan agar pembangunan Madura bisa lebih cepat.
“Harapannya dengan ada penggratisan ini biaya logistik lebih murah, sehingga yang diharapkan akan mempercepat pembangunan Madura,” ujar Endra.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan