Bisnis
·
19 Oktober 2020 10:14

Pendapatan Anjlok, Negara Tekor Rp 682,1 Triliun per September 2020

Konten ini diproduksi oleh kumparan
Pendapatan Anjlok, Negara Tekor Rp 682,1 Triliun per September 2020 (324740)
Menteri Keuangan, Sri Mulyani memberikan keterangan pers terkait APBN Kinerja dan Fakta (Kita) Agustus 2019 di Kantor Kemenkeu. Foto: Fanny Kusumawardhani/kumparan
Defisit APBN hingga akhir September 2020 mencapai Rp 682,1 triliun atau mencapai 4,16 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB). Realisasi tersebut jauh melebar dibandingkan defisit yang terjadi pada periode yang sama tahun lalu Rp 252,41 triliun atau 1,34 persen dari PDB.
ADVERTISEMENT
Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan, defisit anggaran tersebut masih lebih baik jika dibandingkan dengan negara lain yang mencapai double digit.
"Defisit anggaran 4,16 persen ini masih sesuai dengan yang ada dalam Perpres 72. Defisit 4,16 persen ini tolong diingat defisit di berbagai negara lain bahkan di atas belasan atau sampai 20 persen," ujar Sri Mulyani dalam konferensi pers online APBN KiTa, Senin (19/10).
Secara rinci, pendapatan negara hingga akhir bulan lalu mencapai Rp 1.159 triliun atau turun 13,7 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu (year on year/yoy). Penerimaan perpajakan (pajak dan bea cukai) hanya Rp 892,4 triliun atau turun 14 persen (yoy). Sementara Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) hanya Rp 260,9 triliun atau turun 13,6 persen (yoy).
Pendapatan Anjlok, Negara Tekor Rp 682,1 Triliun per September 2020 (324741)
Menteri Keuangan, Sri Mulyani didampingi Dirjen Pengelolaan dan Resiko, Luky Alfirman (kiri) usai memberikan keterangan pers terkait APBN Kinerja dan Fakta (Kita) Agustus 2019 di Kantor Kemenkeu. Foto: Fanny Kusumawardhani/kumparan
Untuk belanja negara secara keseluruhan sudah terealisasi Rp 1.841,1 triliun atau sudah 67,2 persen dari alokasi dalam Perpres 72. Angka tersebut juga meningkat 15,5 persen jika dibandingkan dengan realisasi tahun lalu yang sebesar Rp 1.594,66 triliun.
ADVERTISEMENT
Untuk belanja pemerintah pusat realisasinya mencapai Rp 1.211,4 triliun atau melesat 21,2 persen dibanding tahun lalu yang sebesar Rp 999,32 triliun. Angka tersebut setara dengan 61,3 persen dari target serapan dalam APBN yang sebesar Rp 1.975,2 triliun.
Untuk belanja, Kementerian atau Lembaga (K/L) realisasinya sebesar Rp 632,1 triliun atau tumbuh 13,7 persen (yoy), sementara belanja non-K/L sebesar Rp 579,2 triliun atau tumbuh 30,7 persen (yoy).
Terakhir, untuk belanja transfer ke daerah dan dana desa (TKDD) realisasinya sudah mencapai Rp 629,7 triliun, atau 82,4 persen dari target Perpres 72 yang sebesar Rp 763,9 triliun. Angka tersebut tumbuh 5,8 persen (yoy).
Untuk transfer ke daerah mencapai Rp 82,6 triliun atau tumbuh 3,8 persen (yoy) dan Dana Desa mencapai Rp 57,7 triliun atau tumbuh 42,2 persen (yoy).
ADVERTISEMENT
***
Saksikan video menarik di bawah ini.