Pendapatan Industri Asuransi Jiwa RI Capai Rp 119 T di Semester I 2021

14 September 2021 11:26
·
waktu baca 2 menit
sosmed-whatsapp-whitecopy-link-circlemore-vertical
Ilustrasi Asuransi Foto: Pixabay
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Asuransi Foto: Pixabay
ADVERTISEMENT
Industri asuransi jiwa tumbuh di tengah pandemi COVID-19. Pada semester I 2021, industri asuransi jiwa berhasil membukukan pendapatan sebesar Rp 119,74 triliun
ADVERTISEMENT
Ketua Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) Budi Tampubolon mengatakan, ini berdasarkan catatan dari 59 perusahaan asuransi jiwa di bawah AAJI.
"Semester I 2021 industri asuransi jiwa membukukan total pendapatan sebesar Rp 119,74 triliun, tumbuh 64,1 persen dibanding periode sebelumnya. Industri asuransi jiwa di semester I 2021 ini berhasil melewati masa-masa sulit pandemi, bahkan tumbuh 5 persen di atas pencapaian semester I 2019 ketika COVID belum ada," ujar Budi dalam konferensi pers virtual, Selasa (14/9).
Sementara total pendapatan premi mencapai Rp 104,7 triliun. Angka itu tumbuh 17,5 persen dari periode yang sama di 2020.
"Premi bisnis baru yang mencapai 27,4 persen dan premi lanjutan tumbuh 2,8 persen. Bisnis baru menjadi Rp 68,02 triliun dan premi lanjutan Rp 6,7 triliun," jelasnya.
ADVERTISEMENT
Menurutnya, kinerja industri asuransi jiwa menunjukkan tumbuhnya kesadaran masyarakat terkait pentingnya asuransi jiwa. Kondisi pandemi COVID-19 menjadi faktor pendorong dari tumbuhnya kesadaran masyarakat.
Adapun total klaim dan manfaat yang dibayarkan industri asuransi jiwa tumbuh 6,1 persen. Dengan total Rp 74,66 triliun di semester I 2021.

Asuransi Terkait Investasi Paling Diminati

Berdasarkan pemantauan AAJI, produk asuransi yang dikaitkan dengan investasi (PAYDI) atau unit link menjadi yang paling diminati masyarakat. Kontribusinya mencapai 62 persen pada pendapatan premi di semester I.
Sementara berdasarkan kanal distribusi, bancassurance memberikan kontribusi terbesar, yakni 46 persen pada pendapatan premi di semester I. Bancassurance tumbuh 27,3 persen dibanding tahun sebelumnya di periode yang sama.
"Kanal distribusi di luar bancassurance dan agency. Saat ini kanal distribusi alternatif memberikan kontribusi hingga 25 persen. Padahal di tahun-tahun sebelumnya, katakan 3-5 tahun terakhir kontribusi dari kanal distribusi alternatif biasanya sekitar 10-15 persen," tuturnya.
ADVERTISEMENT