kumparan
12 Februari 2020 19:22

Penerbangan ke China Ditunda Sementara, Kemenhub Dorong Maskapai Buka Rute Baru

Penjemputan turis China
Sejumlah petugas berada di sekitar pesawat milik maskapai penerbangan China Eastern di area apron Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Bali, Sabtu (8/2). Foto: ANTARA FOTO/Fikri Yusuf
Pemerintah Indonesia memutuskan untuk menunda semua penerbangan menuju dan dari China daratan sejak 5 Februari 2020 sampai batas waktu yang belum ditentukan, menyusul penyebaran virus corona atau COVID-19 yang begitu cepat.
ADVERTISEMENT
Staf Khusus Kementerian Perhubungan Aditia Irawati mengungkapkan, penundaan penerbangan hingga kini masih berjalan lancar. Sebanyak 26 rute menuju China daratan yang dilayani baik maskapai nasional dan maskapai internasional hingga kini masih menghentikan aktivitasnya.
Maskapai nasional yang melayani perjalanan ke China daratan adalah Garuda Indonesia, Lion Air, Batik Air, dan Sriwijaya Air. Sementara untuk maskapai internasional di antaranya China Air, Xiamen Air, dan China Southern Air.
"Tercatat ada 2,8 juta penumpang di 2019. Kita lihat sekarang ini season-nya adalah dari season winter menuju summer. (Sehingga) potensi kapasitas penumpang yang tak terpenuhi akibat penundaan ada 2,7 juta (penumpang). Ini jadi satu yang akhirnya jadi potential loss," kata Aditia di Gedung Bina Graha, Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (12/2).
Penerbangan terakhir ke China - Soetta
Seorang penumpang menunjukan tiket pesawat sebelum boarding di Terminal 3 Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, Rabu (5/2). Foto: ANTARA FOTO/Muhammad Iqbal
Aditia mengatakan, pihaknya telah memprediksi akan ada penurunan jumlah penumpang baik dari China daratan maupun menuju China daratan. Oleh karena itu, Kemenhub telah mengimbau maskapai untuk menyiapkan langkah antisipasi, yaitu dengan membuka rute destinasi baru.
ADVERTISEMENT
"Karena China arus penumpangnya besar, kita dorong maskapai buka rute ke Asia Barat yang punya potensi wisata yang baik tapi trafik penumpangnya belum tinggi," ungkapnya.
Selain mengalihkan rute, Kemenhub juga mengusulkan maskapai untuk memberikan paket wisata menarik kepada wisatawan dalam negeri. Sebab dari penundaan penerbangan dari China dan menuju China, juga menimbulkan dampak penurunan jumlah penumpang ke rute lainnya.
"Ada kecenderungan penumpang menurun enggak cuma China tapi juga ke kawasan yang lain karena ada imbauan untuk menghindari penerbangan atau aktivitas yang berpotensi menularkan virus. Jadi bagaimana penerbangan mengambil pasar dalam negeri," jelasnya.
Maskapai akan memberikan diskon untuk 3 tujuan wisata yang sebelumnya banyak dikunjungi wisatawan China, yaitu Kepulauan Riau, Sumatera Utara, Manado, Bali.
ADVERTISEMENT
"Garuda sudah melakukan program termasuk diskon tarif sampai 30 persen dari 10-12 Februari," pungkasnya.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan