Bisnis
·
14 Agustus 2020 15:05

Penerimaan Perpajakan Ditargetkan Rp 1.481 Triliun di 2021, Ini Upayanya

Konten ini diproduksi oleh kumparan
Penerimaan Perpajakan Ditargetkan Rp 1.481 Triliun di 2021, Ini Upayanya (46633)
Ilustrasi rupiah Foto: ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan
Presiden Jokowi menargetkan pendapatan perpajakan di 2021 mencapai Rp 1.481,9 triliun, dari total target penerimaan negara senilai Rp 1.776,4 triliun.
ADVERTISEMENT
Penerimaan perpajakan tersebut naik tipis 5,5 persen jika dibandingkan target perpajakan tahun ini berdasarkan Perpres 72 Tahun 2020 yang sebesar Rp 1.404,5 triliun.
"Untuk mendanai kegiatan pembangunan di tahun 2021, akan didukung sumber penerimaan mandiri dari pendapatan negara sebesar Rp 1.776,4 triliun, yang utamanya dari penerimaan perpajakan Rp 1.481,9 triliun dan penerimaan negara bukan pajak Rp 293,5 triliun," ujar Jokowi di Gedung Nusantara DPR RI, Jakarta, Jumat (14/8).
Dari sisi perpajakan, Jokowi menyebut pemerintah akan melakukan berbagai upaya perluasan basis pajak. Selain itu juga melakukan perbaikan tata kelola dan administrasi perpajakan untuk menggali sumber-sumber penerimaan potensial.
"Selain itu, penerapan Omnibus Law Perpajakan dan pemberian berbagai insentif perpajakan yang tepat dan terukur diharapkan mampu mendorong peningkatan investasi dan daya saing nasional, mempercepat pemulihan ekonomi pasca-pandemi COVID-19, serta memacu transformasi ekonomi," katanya.
Penerimaan Perpajakan Ditargetkan Rp 1.481 Triliun di 2021, Ini Upayanya (46634)
Presiden Joko Widodo (tengah) usai menghadiri sidang Paripurna DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta. Foto: Helmi Afandi Abdullah/kumparan
Dari sisi cukai, pemerintah akan melakukan pengembangan sistem pengawasan cukai terintegrasi, serta ekstensifikasi cukai untuk mengendalikan eksternalitas negatif.
ADVERTISEMENT
Pada tahun 2021, langkah untuk mengoptimalkan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) antara lain dengan peningkatan kuantitas dan kualitas layanan, inovasi layanan, perluasan objek audit bersama, perencanaan lifting migas yang efektif, serta efisiensi biaya operasi migas.
"Di samping itu, perbaikan proses perencanaan dan pelaporan PNBP terus diperkuat dengan menggunakan sistem teknologi informasi yang terintegrasi," katanya.