Bisnis
·
2 Agustus 2021 16:24
·
waktu baca 2 menit

Pengusaha Harap-harap Cemas, Ingin PPKM Jakarta Turun ke Level 3

Konten ini diproduksi oleh kumparan
Pengusaha Harap-harap Cemas, Ingin PPKM Jakarta Turun ke Level 3 (110670)
searchPerbesar
Sebuah mobil ambulans melintas saat berlangsungnya Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat di kawasan Jenderal Sudirman, Jakarta. Foto: M RISYAL HIDAYAT/ANTARA FOTO
Kalangan pengusaha mengaku harap-harap cemas terkait kelanjutan PPKM Level 3-4 di sejumlah wilayah. Mempertimbangkan dampaknya ke ekonomi, Himpunan Pengusaha Pribumi Indonesia (HIPPI) DKI Jakarta, menginginkan status PPKM di ibu kota turun ke level 3.
ADVERTISEMENT
Ketua HIPPI DKI Jakarta, Sarman Simanjorang, mengaku masih sangat menantikan kelanjutan status PPKM Level 3-4. Dia bahkan berharap, PPKM di DKI Jakarta bisa turun ke level 3 guna mendukung kelangsungan usaha.
"Dari sisi pelaku usaha pasti berharap agar PPKM level 4 ini sudah berakhir, sehingga berbagai sektor usaha yang sudah tutup selama sebulan ini dapat beroperasi untuk kelangsungan usahanya. Kalaupun masih diperpanjang kami berharap levelnya bisa diturunkan dari PPKM level 4 ke PPKM level 3, khususnya di DKI Jakarta," katanya dalam keterangan tertulis, Senin (2/8).
Hal itu, lanjut dia, dengan pertimbangan angka kasus COVID-19 di Jakarta dalam seminggu terakhir semakin menurun, maka level PPKM seharusnya bisa diturunkan.
Pengusaha Harap-harap Cemas, Ingin PPKM Jakarta Turun ke Level 3 (110671)
searchPerbesar
Suasana sepi di salah satu Mal di Jakarta, Senin (5/7/2021) saat PPKM Darurat diterapkan. Foto: M RISYAL HIDAYAT/ANTARA FOTO
Ia menegaskan pengusaha tetap pada komitmen yang tinggi untuk melaksanakan protokol kesehatan yang ketat, ketika pemerintah memberikan kelonggaran. Pengusaha juga mendukung penuh berbagai program pemerintah dalam upaya memerangi COVID-19 seperti program vaksinasi dan sosialisasi 5M di kalangan pekerja beserta keluarga.
ADVERTISEMENT
"Dengan PPKM Level 4 yang diperpanjang 26 Juli-2 Agustus, pelaku usaha mikro kecil sudah dapat beroperasi walaupun dengan jumlah pengunjung dan jam yang dibatasi serta prokes yang ketat, namun kelonggaran ini sudah membangun semangat optimisme akan bangkit secara perlahan untuk kelangsungan usaha ke depan," katanya.
Sarman juga mengapresiasi pemerintah yang memberikan bantuan modal usaha produktif sebesar Rp1,2 juta kepada pelaku usaha mikro kecil. Ia menilai bantuan itu akan sangat membantu permodalan usaha mikro kecil yang sudah nyaris habis selama pemberlakuan PPKM Darurat.
Namun ia menilai nasib para pengelola mal dan para pemilik toko di dalamnya, juga berbagai sektor usaha jasa dan pariwisata, masih menunggu keputusan pemerintah hari ini.
"Jika masih diperpanjang dan belum bisa beroperasi, tentu akan sangat menyulitkan akan kelangsungan usahanya. Karena sejak 3 Juli sampai 2 Agustus, praktis pengusaha tidak ada omzet dan profit, di sisi lain biaya operasional berjalan terus," ujarnya.
ADVERTISEMENT
Baca Lainnya
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020