Bisnis
·
20 November 2020 16:24

Pengusaha Mau Bangun Industri di Patimban, Pemerintah Diminta Kebut Bangun Tol

Konten ini diproduksi oleh kumparan
Pengusaha Mau Bangun Industri di Patimban, Pemerintah Diminta Kebut Bangun Tol (47950)
Foto udara proyek pembangunan Pelabuhan Patimban, Kabupaten Subang, Jawa Barat, Rabu (18/11). Foto: Raisan Al Farisi/ANTARA FOTO
Pengusaha menyambut baik kehadiran infrastruktur Pelabuhan Patimban di Subang, Jawa Barat. Pemerintah memproyeksikan terminal peti kemas pelabuhan ini sudah bisa beroperasi setelah pembangunan tahap satu diresmikan Desember 2020 mendatang.
ADVERTISEMENT
Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) optimistis pembangunan pelabuhan yang baru ini bisa membantu mendongkrak ekspor Indonesia di sektor otomotif.
"Intinya kami berterima kasih yang dilakukan Kemenhub dan Kemenperin, yang menyiapkan fasilitas pelabuhan bagi ekspor maupun pengiriman ke luar pulau bagi kendaraan bermotor kami," ujar Ketua Gaikindo, Yohanes Nangoi, dalam webinar membahas Pelabuhan Patimban dan geliat ekonomi, Jumat (20/11).
Kendati demikian, Yohanes tetap mengajukan sejumlah syarat pada pemerintah agar industri bisa beroperasi di pelabuhan. Salah satu yang ia harapkan adalah jalan tol menuju pelabuhan bisa rampung dalam waktu dekat.
Menurutnya, keberadaan jalan tol penting untuk dikebut, mengingat industri otomotif cukup masif menggunakan kendaraan truk besar untuk mengangkut mobil.
"Kami sangat mengharapkan bahwa jalan tol itu sudah bisa beroperasi penuh, karena contohnya satu kapal berangkat ke Timur Tengah misalkan nanti akan kita ekspor Desember dari Indonesia, satu kapal isinya kira-kira isinya 5000 kendaraan. Dan kendaraan-kendaraan kita gendong dengan trailer," ujar Yohanes.
Pengusaha Mau Bangun Industri di Patimban, Pemerintah Diminta Kebut Bangun Tol (47951)
Yohanes Nangoi, Ketua Umum GAIKINDO. Foto: Iqbal Firdaus/kumparan
"Satu trailer isinya sekitar 5 biji (mobil). Jadi kalau 1 trailer isinya 5, kita mau ekspor 5.000, kita perlu 1.000 truk mengangkut kendaraan tersebut ke Patimban," sambungnya.
ADVERTISEMENT
Tak adanya jalan tol bakal memperlambat mereka dalam hal pengiriman logistik. Belum lagi nanti akan adanya keluhan masyarakat jika truk lalu lalang di jalan umum.
Selain itu, ia juga meminta agar pemerintah bisa merampungkan semua fasilitas penunjang pelabuhan. Mulai dari listrik hingga alat akses komunikasi yang baik.
Sebelumnya, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi juga sudah menyinggung mengenai rencana pembangunan jalan tol. Menurut Budi, pihaknya sudah berdiskusi dengan Kementerian PUPR dan menargetkan jalan tol rampung di tahun 2023.
"Di darat kami koordinasi dengan Kementerian PUPR, baik jangka menengah, jangka panjang. Dua tahun lagi akan ada jalan tol, dalam waktu dekat ini sudah ada jalan-jalan yang di-improve agar angkutan ke Patimban berjalan dengan baik," tutur Budi Karya.
ADVERTISEMENT