Bisnis
·
24 November 2020 12:24

Pengusaha Menggantungkan Harapan Pada Vaksin Corona dan UU Cipta Kerja

Konten ini diproduksi oleh kumparan
Pengusaha Menggantungkan Harapan Pada Vaksin Corona dan UU Cipta Kerja (13199)
Ilustrasi vaksin. Foto: KPCPEN
Para pengusaha menggantungkan harapan pemulihan ekonomi kepada vaksin corona. Mereka hingga kini masih terombang-ambing akibat ketidakpastian.
ADVERTISEMENT
Ketua Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin), Rosan Roeslani, mengatakan selain kepastian tersedianya vaksin COVID-19, juga efektivitas implementasi Undang-undang Cipta Kerja.
"Kami melihatnya game changer di 2021 ada dua. Satu vaksinasi. Dua, UU Cipta Kerja,” ujar Rosan dalam Webinar Economic Outlook 2021: Memacu Pertumbuhan Di Tengah Pandemi, Selasa (24/11). Menurut Rosan. Dengan adanya vaksin, dunia usaha berharap faktor ketidakpastian menjadi lebih menurun.
"Di dunia usaha we don’t like surprises. Jadi dengan adanya vaksin akan ada kepercayaan, rasa aman, dan memulihkan belanja atau domestik konsumsi kita," sambungnya.
Sehingga kehadiran vaksin sangat berhubungan dengan tingkat konsumsi. Sedangkan konsumsi berkontribusi sekitar 56-57 persen kepada perekonomian Indonesia.
Menurut Rosan saat ini masyarakat tingkat menengah dan atas memilih menahan konsumsi. Masyarakat kelas atas cenderung takut untuk spending dan memilih menabung di bank.
ADVERTISEMENT
Dengan adanya vaksin, Rosan optimistis akan mengembalikan kepercayaan masyarakat menengah dan atas untuk spending. Sehingga roda ekonomi dan dunia usaha bisa kembali pulih.
"Dengan adanya vaksinasi orang akan mulai belanja, berpergian sehingga konsumsi rumah tangga meningkat. Ini akan meningkatkan kapasitas dan meningkatkan investasi dari dunia usaha," ujarnya.
Pengusaha Menggantungkan Harapan Pada Vaksin Corona dan UU Cipta Kerja (13200)
Rosan Perkasa Roeslani. Foto: Indra Arief/ANTARA
Hal yang sama juga diharapkan pada UU Cipta Kerja. Beleid sapu jagad ini berhubungan langsung dengan investasi. Menurut Rosan, kontribusi investasi pada perekonomian Indonesia adalah sebesar 30-31 persen. Rosan mengatakan undang-undang ini sangat diharapkan bisa membuka investasi ke Indonesia.
Namun sebelum sampai di situ, UU ini masih membutuhkan sejumlah peraturan turunan. Untuk itu Rosan berharap aturan turunan tersebut benar-benar selesai dalam tiga bulan atau pada Februari 2021, seperti yang diamanatkan dalam undang-undang.
ADVERTISEMENT
"Dengan itu harapannya, kepercayaan ada, beban usaha berkurang, iklim investasi meningkat, produktivitas meningkat dan ujungnya lapangan kerja tercipta lebih baik. Oleh karena itu harapannya ini akan lebih memberikan kepastian di dalam negeri. Insyaallah dengan UU cipta kerja ini bisa jadi game changer kedua melalui investasi," katanya.