kumparan
Bisnis14 Januari 2020 16:57

Penjelasan PT RNI Soal Dugaan Permainan Laporan Keuangan

Konten Redaksi kumparan
LIPSUS Bersih2 BUMN, Ilustrasi Gedung Kementerian BUMN
Ilustrasi Gedung Kementerian BUMN. Foto: Fanny Kusumawardhani/kumparan
PT Rajawali Nusantara Indonesia (Persero) atau PT RNI diduga memainkan laporan keuangan. Perusahaan yang sebenarnya rugi, namun di laporan keuangan mencatatkan untung. Permainan itu disebut-sebut membuat Menteri BUMN Erick Thohir geram, sehingga harus mencopot Didik Prasetyo dari jabatan Direktur Utama RNI.
ADVERTISEMENT
Sebagai pengganti, Kementerian BUMN pada 2 Januari 2020 mengangkat Eko Taufik Wibowo jadi Dirut RNI yang baru.
Terkait dugaan permainan laporan keuangan yang memicu pemberhentian Didik, Staf Khusus Menteri BUMN Arya Sinulingga menolak berkomentar saat dikonfirmasi kumparan.
Sementara itu, Eko menampik bila penunjukan dirinya karena adanya permainan laporan keuangan oleh direksi lama. Pergantian murni rotasi di BUMN. Ia juga membantah adanya permainan laporan keuangan pada tahun buku 2018. Meski demikian, ia tak menampik bila perusahaan sebenarnya rugi, namun dicatat untung karena memasukkan revaluasi aset sebagai pendapatan.
"Karena saya baru (Dirut RNI). Statement (laporan keuangan 2018) sudah di-publish secara itu (sebetulnya) enggak laba, (sebetulnya) itu rugi," kata Eko kepada kumparan, Selasa (14/1).
ADVERTISEMENT
Mengutip laporan keuangan RNI, perseroan mencetak laba bersih Rp 188,3 miliar pada tahun 2018. Angka ini melebihi target perusahaan (RKAP) yang ditetapkan sebesar Rp 178,78 miliar. Laba bersih perseroan salah satunya disokong oleh pendapatan lain-lain dari revaluasi properti investasi (revaluasi aset) sebesar Rp 502,40 miliar. Bila pendapatan dari sumber revaluasi aset ini dikeluarkan, maka RNI dipastikan rugi.
PT RNI di acara Global Economic Outlook
PT RNI di acara Global Economic Outlook. Foto: Abdul Latif/kumparan
Meski keuangan perusahaan sebetulnya rugi, Eko menegaskan perseroan tetap memiliki kemampuan untuk membayar medium term notes (MTN) atau obligasi jangka pendek dan menengah yang akan jatuh tempo pada 13 April 2020 sebesar Rp 77 miliar.
"Memang ada MTN mau jatuh tempo," sebutnya.
Pada kesempatan itu, Eko mengaku Menteri BUMN Erick Thohir tidak memberikan banyak tugas kepada dirinya. Ia hanya diminta mempersiapkan model bisnis RNI sebagai leader dari cluster BUMN Pangan. RNI akan membawahi 8 BUMN di sektor pangan dan logistik. Tujuannya agar jaringan bisnis pangan dari proses produksi, distribusi hingga penjualan bisa terintegrasi sehingga mampu menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan.
ADVERTISEMENT
"Pangan mau dibenahi supply chain dari produksi sampai distribusi. Nanti dikonsolidasikan di dalam business model nanti jadi cluster pangan. Lead cluster pangan adalah RNI," tuturnya.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan