Kumparan Logo
Untitled Image

Penuhi Kebutuhan Darurat Keluarga dengan Pinjaman Online, Memang Bisa?

kumparanBISNISverified-green

·waktu baca 6 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi perencanaan dana darurat. Foto: Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi perencanaan dana darurat. Foto: Shutterstock

Perencanaan keuangan yang matang sangatlah penting agar keadaan keuangan tidak “babak belur”. Salah satu aspek yang perlu diperhatikan adalah dana darurat. Pasalnya, dana darurat sangat diperlukan untuk berbagai kondisi tidak terduga. Misalnya, di masa pandemi, anak jatuh sakit dan masuk rumah sakit atau atap rumah yang bocor karena terus-menerus diterpa hujan dan angin kencang. Tentu kejadian seperti ini perlu segera ditangani.

Menyisihkan pendapatan untuk dana darurat memiliki berbagai manfaat, misalnya tidak bingung mencari uang tunai dengan jumlah yang besar dan tidak kehilangan momentum saat ada penawaran atau kesempatan langka. Dana darurat yang dikelola dengan baik bisa menghindari seseorang dari kebiasaan belanja konsumtif, utang, dan bisa membuat masa depan terasa lebih aman.

Lalu, sebetulnya berapa jumlah dana darurat yang perlu dimiliki masing-masing orang? Berdasarkan informasi dari OJK, Anda yang masih single disarankan untuk memiliki 3 hingga 6 kali dana darurat dari gaji. Sedangkan, untuk seseorang yang sudah memiliki keluarga, sebaiknya memiliki 6 hingga 12 kali jumlah dana darurat dari gaji yang dimiliki.

Tentu ini bukanlah jumlah yang kecil. Namun, kamu bisa mengakalinya dengan menghitung dan mengalokasikan dana yang dimiliki. Sisihkan penghasilan Anda sebanyak 10 hingga 20 persen setiap bulannya hingga target dana darurat terpenuhi.

Ilustrasi menyisihkan uang untuk target dana darurat. Foto: Shutterstock

Ingat, dana darurat harus disimpan dari tempat yang aman dan bersifat likuid alias mudah dicairkan. Tidak hanya aman dari pencurian dan kejahatan lainnya, dana darurat perlu diamankan dari diri sendiri.

Tujuannya agar Anda tidak merasa bahwa uang tersebut bisa dipakai untuk kebutuhan konsumtif. Catatan lainnya, Anda perlu memisahkan dana darurat dengan dana lain seperti kebutuhan asuransi atau investasi.

Dana Darurat Kosong, Kebutuhan Darurat Datang

Saat kebutuhan darurat datang, dana darurat adalah sumber utama yang tepat untuk memenuhinya. Sebelumnya, Anda perlu mengetahui jenis kebutuhan darurat yang datang. Jika anggota keluarga sakit, ceklah asuransi kesehatan yang Anda miliki. Jika tidak bisa lagi disiasati, dana darurat bisa kamu gunakan.

Kebutuhan darurat yang datang sering kali tidak bisa ditunda. Perlu dipenuhi sesegera mungkin dan saat itu juga. Karena dana darurat tidak tersedia, Anda perlu mengajukan pinjaman untuk kebutuhan tersebut.

Ilustrasi kosongnya dana darurat saat ada kebutuhan mendesak. Foto: Shuttertsock

Ada beberapa institusi keuangan yang menyediakan layanan pinjaman yang aman, yaitu bank, lembaga pembiayaan, tempat penggadaian barang, dan fintech lending alias pinjaman online. Sebagian orang memilih untuk menggadaikan barangnya di bank atau di lembaga pembiayaan lainnya. Sayangnya, metode ini mengharuskan aset sebagai agunan dan tidak semua orang memiliki aset dengan nilai besar.

Hadirnya lembaga keuangan digital pinjaman online yang menyediakan pinjaman online pada dasarnya bertujuan untuk membuka akses keuangan secara luas untuk masyarakat. Selain bisa menyasar masyarakat yang tidak memiliki aset sebagai jaminan, pinjaman online juga bisa menyasar masyarakat di seluruh wilayah di Indonesia. Hal yang notabene tidak mudah dilakukan oleh institusi seperti bank atau lembaga pembiayaan lainnya.

Sebelum memutuskan untuk menggunakan layanan pinjaman online sebagai solusi keuangan saat kebutuhan darurat datang, ada beberapa beberapa hal yang perlu diperhatikan. Ini terkait dengan perencanaan dan pengelolaan keuangan untuk bisa mengembalikan dana yang akan dipinjam.

Lantas apa saja?

1. Pinjam Dana Sesuai Kebutuhan

Jumlah dana yang dipinjam melalui pinjaman online haruslah sesuai dengan kebutuhan darurat yang dibutuhkan. Hindari meminjam dana secara berlebihan karena ini akan memperbesar jumlah bunga. Selain itu, kelebihan dana pun bisa menimbulkan adanya godaan pemakaian dana untuk keperluan konsumtif.

Usahakan peminjaman dana untuk kebutuhan darurat ini tidak lebih dari 30 persen pendapatan bulanan Anda. Jangan sampai terjebak dalam utang karena pengajuan yang terlalu besar dan tidak sesuai dengan kemampuan membayar. Setelah dana di tangan, pakailah dana saat itu juga tanpa menundanya agar terhindar dari pemakaian konsumtif.

2. Kelola Keuangan dan Sumber Dana

Ilustrasi penghitungan dan perencanaan keuangan sebelum pinjam dana. Foto: Shutterstock

Sebelum meminjam dana, pastikan bahwa Anda telah memiliki perencanaan keuangan yang baik untuk mengembalikan dana yang telah dipinjam. Cek terlebih dahulu pendapatan rutin. Susun anggaran bulanan untuk kebutuhan konsumtif, menabung, dan pembayaran utang. Sama seperti porsi meminjam dana, usahakan anggaran pembayaran utang tidak lebih dari 30 persen dari pendapatan setiap bulannya.

Pastikan Anda mencatat pengeluaran kebutuhan darurat dengan baik. Jika kebutuhan darurat sudah terpenuhi dan dana berlebih, simpanlah untuk kemudian dijadikan uang pembayaran utang. Apabila memungkinkan, Anda sebaiknya mencari penghasilan tambahan. Bekerja lepas atau freelancing bisa meringankan dalam pembayaran utang.

Kelola lagi keuangan dan terapkan gaya hidup hemat. Hindari pengeluaran tidak penting seperti belanja, beli makanan kekinian, menonton bioskop, atau bahkan liburan. Dengan cara-cara ini, seseorang tidak akan terjerat “gali lubang tutup lubang” atau gagal bayar.

Kredit Pintar: #PintarBersama Demi Keluarga

#PintarBersama demi keluarga bersama Kredit Pintar. Foto: Dok. Kredit Pintar

Dana darurat kosong, kebutuhan tak terduga mendesak untuk dipenuhi. Tandanya Anda memerlukan bantuan dari penyedia layanan pinjaman online yang bisa melayani dengan cepat dan aman seperti Kredit Pintar.

Kredit Pintar adalah platform pinjaman digital berizin OJK yang sudah berdiri sejak 2017. Selain menawarkan kemudahan, Kredit Pintar juga memastikan data para debiturnya aman. Wisely Wijaya, Direktur Kredit Pintar yang juga merupakan pengurus dari Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI), mengatakan, peningkatan akses keuangan melalui teknologi yang bertanggung jawab menjadi misi dari Kredit Pintar.

embed from external kumparan

Pada 2021, Kredit Pintar telah dianugerahi penghargaan Top Brand berdasarkan survei nasional tahunan yang dilakukan oleh Frontier Group. Kredit Pintar terus memberikan informasi mengenai cara terhindar dari penipuan atau terjebak dalam pinjaman ilegal. Salah satunya melakukan kunjungan rutin ke lebih dari 20 wilayah Indonesia—dari Medan hingga Jayapura—untuk memberikan sosial agar masyarakat tetap teredukasi mengenai keuangan.

Kredit Pintar: Aman, Mudah, dan Cepat

Hanya dengan KTP, proses pengajuan pinjaman di Kredit Pintar tidak memakan lama. Cukup 5 menit, dana pinjaman akan cair. Limit pinjaman mulai dari Rp 600 ribu hingga Rp20 juta yang disediakan bisa membantu Anda untuk memenuhi kebutuhan darurat.

Pelayanan Kredit Pintar untuk masyarakat terus dimaksimalkan dengan customer service yang tersedia di setiap jam dan hari kerja. Dengan begitu, jika ada sesuatu yang terjadi, Anda bisa menghubungi Kredit Pintar dengan mudah dan cepat.

embed from external kumparan

Di Kredit Pintar, Anda bisa menikmati fitur Skor Pintar yang bisa membaca secara otomatis riwayat kredit dan pembayaran. Jika Skor Pintar baik, kesempatan untuk mendapat limit pinjaman lebih tinggi pun terbuka. Ada pula kupon potongan hingga saldo e-wallet untuk kamu yang Skor Pintar-nya baik.

Yuk, #PintarBersama demi keluarga dan penuhi kebutuhan darurat dengan unduh Kredit Pintar. Kebutuhan darurat keluarga terpenuhi dan kondisi keuangan tetap aman. Kunjungi blog Kredit Pintar dan Forum Pintar Discover untuk mendapatkan informasi seputar finansial keluarga menarik lainnya.

Artikel ini merupakan bentuk kerja sama dengan Kredit Pintar.