kumparan
search-gray
Bisnis7 April 2020 8:25

Penutupan Pasar Tanah Abang Diperpanjang, Begini Dampaknya ke Ekonomi RI

Konten Redaksi kumparan
Pasar Tanah Abang yang tutup
Warga beraktivitas di depan pintu masuk Pasar Tanah Abang yang tutup di Jakarta Foto: ANTARA FOTO/Aprillio Akbar
PD Pasar Jaya memperpanjang penutupan Pasar Tanah Abang hingga 19 April 2020. Kebijakan tersebut diambil untuk menghindari risiko penularan virus corona.
ADVERTISEMENT
Namun, penutupan Pasar Tanah Abang tentu berdampak pada hilangnya pendapatan bagi para pedagang. Apalagi, perputaran uang di pasar tekstil terbesar di Asia Tenggara cukup besar.
Berikut kumparan merangkum dampak ekonomi pasca pasar Tanah Abang ditutup, Selasa (7/4):
Transaksi Rp 100 Miliar per Hari Raib
Penutupan operasional pasar Tanah Abang pun berdampak pada hilangnya potensi perputaran uang dari transaksi harian di pasar tersebut.
Kepala Humas Perumda Pasar Jaya Amanda Gita Dinanjar mengatakan dalam kondisi normal, jumlah transaksi di Tanah Abang mencapai Rp 100 miliar.
“(Jumlah transaksi) Rp 80 miliar sampai Rp 100 miliar per hari kurang lebih,” ungkap Amanda kepada kumparan, Senin (6/4).
Nilai tersebut diperoleh dari transaksi yang dilakukan sekitar 10.000 pedagang di Pasar Tanah Abang.
ADVERTISEMENT
Sebelumnya, Perumda Pasar Jaya mengumumkan perpanjangan waktu penutupan Pasar Tanah Abang. Penutupan ini meliputi Pasar Tanah Abang Blok A, Pasar Tanah Abang Blok B dan Pasar Tanah Abang Blok F.
Hanya Pasar Tanah Abang Blok G saja yang masih buka seperti sebelumnya namun itu pun terbatas kepada pedagang yang berjualan jenis bahan pangan saja.
Pedagang Pasar Tanah Abang Jadi Jualan Online
Para pedagang Pasar Tanah Abang harus putar otak. Ditutupnya kawasan tersebut otomatis menghilangkan pendapatan mereka. Maka, jualan online menjadi salah satu solusinya.
Surya Oktoberianto (27), salah satu pedagang yang dipaksa menghadapi situasi itu. Surya yang sebelumnya tidak pernah menyiapkan diri untuk situasi tersebut, berusaha memutar otak saat mendapat kabar pasar akan ditutup sementara.
Pasar Tanah Abang tutup COV
Suasana Pasar Tanah Abang saat tutup karena wabah virus corona. Foto: Antara/Aprilio Akbar
Surya kemudian bercerita, sebagian besar rekan-rekannya sesama pedagang Pasar Tanah Abang di Blok A cuma punya dua jalan. Memilih mencoba peruntungan di jejaring bisnis online atau pulang kampung.
ADVERTISEMENT
Membuka toko online tak pernah ia harapkan mampu menutupi kehilangan omzet dua tokonya yang lebih dari Rp 2.000.000 per hari itu.
Bisnis tersebut ia akui hanya untuk menutupi pengeluaran harian dia dan dua karyawan yang bertahan di kontrakan kawasan Petamburan.
Bisnis itu pun, kata dia, hanya memiliki pasar sebatas rekan-rekannya sesama pedagang yang berada di daerah-daerah yang tak masuk zona merah seperti Jakarta.
Berdampak ke Seluruh Ritel Nasional
Tutupnya Pasar Tanah Abang berdampak signifikan secara ekonomi. Tak hanya untuk pedagang, efek tutupnya pasar tersebut dianggap berpengaruh ke sektor ritel nasional.
Indef menyebut perputaran uang di sana mencapai Rp 200 miliar per hari. Jika barang dijual sampai ke daerah, ada nilai tambah sehingga mencapai Rp 400-500 miliar per hari.
ADVERTISEMENT
Tutupnya Pasar Tanah Abang juga merembet ke penjualan online. Sebab, selama ini banyak penjual yang mengambil bahan dari Pasar Tanah Abang.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan
sosmed-whatsapp-white
sosmed-facebook-white
sosmed-twitter-white
sosmed-line-white