kumparan
2 Sep 2018 9:28 WIB

Peringatan Kepala SKK Migas soal Bahaya Krisis Energi yang Ancam RI

Amien Sunaryadi (Foto: Aditia Noviansyah/kumparan)
Hingga saat ini, minyak dan gas masih menjadi sumber energi utama bagi Indonesia. Namun, produksi minyak saat ini hanya 775 ribu barel per hari, jauh di bawah kebutuhan dalam negeri yang 1,6 juta barel per hari.
ADVERTISEMENT
Produksi tersebut pun secara natural terus menurun, sementara itu diperkirakan tahun 2025 kebutuhan menjadi 1,93 juta barel per hari, tahun 2050 menjadi 3,86 juta barel per hari.
"Kalau dibiarkan saja, akan memunculkan potensi krisis energi di masa depan," kata Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) Amien Sunaryadi dalam pesan singkat yang diterima kumparan, Minggu (2/9).
Amien mengatakan, perlu dilakukan beberapa langkah untuk menghindarkan Indonesia dari krisis energi di masa mendatang.
Pertama, kegiatan eksplorasi untuk menemukan cadangan migas baru harus didorong. "Eksplorasi yang agresif, yang harus didukung dengan proses perizinan yang cepat dan efisien," ucapnya.
Kedua, penerapan teknologi untuk menggenjot produksi migas, misalnya dengan Enhanced Oil Recovery (EOR). "Penerapan teknologi terkini untuk efisiensi produksi migas," kata Amien.
ADVERTISEMENT
Ketiga, diversifikasi energi agar Indonesia tak bergantung pada minyak dan gas saja. Misalnya dengan meningkatkan penggunaan energi baru terbarukan.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan