Permudah Akses Wisata, Kemenhub Bangun 2 Pelabuhan di Bali

3 Agustus 2020 13:53 WIB
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Menhub Budi Karya saat menghadiri peletakan batu pertama 2 pelabuhan wisata di Bali. Foto: Kemenhub
zoom-in-whitePerbesar
Menhub Budi Karya saat menghadiri peletakan batu pertama 2 pelabuhan wisata di Bali. Foto: Kemenhub
ADVERTISEMENT
Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi bersama Gubernur Provinsi Bali I Wayan Koster Senin (3/8) pagi melakukan peletakan batu pertama atau groundbreaking dua pelabuhan penyeberangan, yaitu Pelabuhan Sampalan di Pulau Nusa Penida serta Pelabuhan Bias Munjul di Pulau Nusa Ceningan, Kabupaten Klungkung Provinsi Bali. 
ADVERTISEMENT
Dimulainya pembangunan kedua pelabuhan tersebut untuk mendukung pariwisata di Bali, di mana keduanya termasuk ke dalam Pelabuhan Segitiga Emas (Sanur, Nusa Penida dan Nusa Ceningan/Lembongan) yang terhubung dengan Pelabuhan Sanur yang terletak di Denpasar.
"Insya Allah kedua pelabuhan ini bisa selesai dalam waktu sembilan bulan atau pertengahan tahun 2021,” jelas Budi Karya.
Dia menambahkan, pihaknya telah berkomitmen untuk mendukung bangkitnya pariwisata di Bali setelah mengalami keterpurukan akibat pandemi COVID-19. Tentunya dengan tetap disiplin menerapkan protokol kesehatan untuk mencegah penyebaran COVID-19.
Budi Karya menuturkan, Kemenhub telah menggelar rapat secara intensif dengan Pemprov Bali untuk membicarakan dukungan transportasi terhadap pariwisata di Bali, seperti konsep super hub tourism, maritim, dan penelitian tentang rencana akses darat  menuju Bali Utara.
ADVERTISEMENT
“Bapak Presiden Joko Widodo mengatakan bahwa Bali akan menjadi super hub tourism tidak hanya di Indonesia tetapi sampai Asia Tenggara bahkan Australia,” ucapnya.
Menhub Budi Karya saat menghadiri peletakan batu pertama 2 pelabuhan wisata di Bali. Foto: Kemenhub
Pada kesempatan yang sama, Gubernur Provinsi Bali I Wayan Koster menyebut dengan dibangunnya kedua pelabuhan akan memudahkan aksesibilitas menuju kawasan segitiga emas, sehingga dapat mendorong peningkatan jumlah wisatawan baik lokal maupun mancanegara. Selain itu, keberadaan pelabuhan juga dapat mendukung aktivitas keagamaan masyarakat Bali.
"Ketika akan ada upacara agama rutin di mana masyarakat se-Bali itu melakukan persembahayangan yang datang dari berbagai kabupaten di Bali. Karena tidak ada pelabuhan, mereka kesusahan untuk naik ke kapal karena harus angkat-angkat kainnya sambil mengusung sesajennya dari berbagai wilayah," tutur Wayan Koster.
Rencananya, Pelabuhan Sampalan akan dibangun dua lantai dengan luas area kolam 9.000 meter persegi, kapasitas sandar 10 speedboat, dengan estimasi biaya pembangunan Rp 86,7 miliar. Sedangkan Pelabuhan Bias Munjul akan dibangun menjadi dermaga bagi speed boat dan dan kapal Ro-ro, dengan estimasi biaya pembangunan sebesar Rp 109,6 miliar.
ADVERTISEMENT
Pada saat ini, Pelabuhan Sampalan (Nusa Penida) dapat menampung kapasitas 1 juta penumpang / tahun. Jika konsep Pelabuhan Segitiga Emas ini sudah terealisasi, diharapkan dapat meningkatkan pertumbuhan lalu lintas di Pulau Nusa Penida serta Nusa Ceningan serta berdampak pada ekonomi warga setempat. 
Turut hadir dalam kegiatan ini Sekretaris Direktorat Jenderal Perhubungan Darat Imran Rasyid, Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta, Ketua DPRD Kabupaten Klungkung Nyoman Adi Wiryatama, dan sejumlah pejabat terkait.