Bisnis
·
7 Maret 2020 11:31

Pertama Kali di RI, Pengaspalan Jalan Trans Papua Akan Dibiayai Investor

Konten ini diproduksi oleh kumparan
Pertama Kali di RI, Pengaspalan Jalan Trans Papua Akan Dibiayai Investor (33566)
Wamena-Mumugu telah tersambung Foto: Indrianto Eko Suwarso/ANTARA
Kementerian PUPR pada tahun ini berencana menawarkan proyek pembangunan Trans Papua ruas Jayapura-Wamena sepanjang 75,14 km melalui skema Kerjasama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU) Availability Payment (AP).
ADVERTISEMENT
Melalui skema KPBU AP ini, swasta akan membangun dan memelihara infrastruktur selama waktu yang disepakati. Sementara untuk pengembalian investasinya, pemerintah akan mencicil memakai APBN. Jika berhasil dijalankan, maka Trans Papua akan menjadi yang pertama dalam penerapan KPBU AP di sektor infrastruktur non-komersial.
“Ada 75 kilometer lagi pakai pola KPBU (untuk membangun jalan Trans Papua ruas Jayapura-Wamena),” ucap Kepala Balai Besar Pelaksana Jalan Nasional XVIII Jayapura Kementerian PUPR, Osman H Marbun kepada kumparan, Sabtu (7/3).
Adapun ruas jalan Jayapura-Wamena memiliki total panjang 575 km yang melintasi Jayapura-Yetti-Mamberamo-Elelim-Wamena. Dari angka itu pada ruas Jayapura-Mamberamo sepanjang 283,18 km, jalan yang teraspal mencapai 231,48 km.
Sementara untuk ruas Mamberamo-Elelim sepanjang 161,65 km, jalannya belum teraspal sama sekali. Sedangkan ruas Elelim-Wamena sepanjang 18,17 km, jalan yang teraspal sekitar 10 km. Nantinya dana dari KPBU AP ini akan membangun jalan di sebagian ruas Mamberamo-Elelim-Wamena.
Pertama Kali di RI, Pengaspalan Jalan Trans Papua Akan Dibiayai Investor (33567)
Kepala Balai Besar Pelaksana Jalan Nasional XVIII Jayapura Kementerian PUPR, Osman H Marbun Foto: Resya Firmansyah/kumparan
Selain KPBU AP, Kementerian PUPR akan menggunakan dana APBN dan Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) untuk menuntaskan pengaspalan Trans Papua ruas Jayapura-Wamena.
ADVERTISEMENT
“KPBU-nya menuntaskan ruas Jayapura-Wamena. Kami rencanakan ada 6 paket kegiatan untuk menuntaskan keseluruhan sampai 2023,” paparnya.
Dia menjelaskan, proses KPBU AP yang meliputi market sounding hingga tender ke investor bisa dilakukan pada tahun ini. Sementara pengerjaannya dilakukan paling lambat pada tahun depan.
“Kami sudah memulai usulannya tahun ini, harapannya tahun depan sudah sign kontrak,” tegas Osman.
Lebih lanjut, dia mengungkapkan, sebenarnya KPBU AP ini akan diterapkan untuk membangun jalan Trans Papua ruas Wamena-Mumugu yang melintasi Nduga. Namun karena terdapat insiden pembunuhan pekerja konstruksi di Nduga oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) pada akhir 2018, maka lokasi KPBU AP dipindah karena alasan keamanan.
“Tadinya kami mau merencanakan pembiayaan dengan sistem KPBU dari ruas Wamena ke arah Mumugu. Berhubung kemarin situasi seperti itu, penanganan KPBU-nya menuntaskan ruas Jayapura-Wamena,” katanya.  
ADVERTISEMENT